SINARPAGINEWS.COM, SUKABUMI — Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menargetkan peningkatan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari sekitar Rp1,175 triliun menjadi Rp1,4 triliun pada 2026. Target itu disebut sebagai modal percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan.
Hal tersebut disampaikan Ayep saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gunungpuyuh, Kamis (29/1/2026).
“Kalau kita kompak, percepatan pembangunan akan luar biasa,” kata Ayep.
Ia menegaskan pembangunan Kota Sukabumi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari eksekutif, legislatif, Forkopimda, institusi vertikal, hingga masyarakat.
“Kota ini tidak bisa dibangun oleh satu orang. Harus oleh semua komponen,” ujarnya.
Ayep juga mengapresiasi Musrenbang Gunungpuyuh yang dihadiri lima anggota DPRD dari berbagai fraksi. Menurutnya, sinergi eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan menjadi program yang terencana, teranggarkan, serta diawasi bersama.
Pada hari yang sama, Ayep meresmikan Koperasi Merah Putih Karangtengah, yang disebutnya sebagai koperasi pertama yang ia resmikan langsung sejak menjabat.
Pemkot mengalokasikan dukungan APBD 2025 sebesar Rp660 juta untuk 33 koperasi, atau sekitar Rp20 juta per koperasi, sebagai langkah memperkuat ekonomi rakyat dan sejalan dengan kebijakan nasional.
Ayep berpesan agar koperasi dikelola dengan prinsip integritas.
“Kuncinya sederhana: jujur dan amanah,” tegasnya.
Pemkot menargetkan pengerjaan fisik berbagai proyek infrastruktur mulai berjalan pada pertengahan hingga akhir Februari 2026, setelah proses administrasi SIPD dan lelang rampung. Ayep berharap Musrenbang menjadi pintu masuk pembangunan yang benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. (Red)





