SINARPAGINEWS.COM, SUKABUMI – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) dan media memiliki posisi strategis dalam menjaga demokrasi, memperkuat persatuan bangsa, serta mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Besarnya jumlah organisasi kemasyarakatan di Indonesia dinilai sebagai modal sosial yang harus diberdayakan untuk mempercepat pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri, Wahyu Chandra Kusuma Purwonegoro, saat menjadi narasumber pada kegiatan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan hasil kolaborasi Kemendagri dengan Komisi II DPR RI yang diprakarsai Anggota Komisi II DPR RI Heri Gunawan, di Hotel Taman Sari, Kota Sukabumi, Kamis (30/7/2026).
Dalam sambutannya, Wahyu mengapresiasi inisiatif Heri Gunawan yang memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen memperkuat kapasitas organisasi kemasyarakatan, khususnya organisasi yang bergerak di bidang media.
“Organisasi kemasyarakatan, terutama yang bergerak di bidang media, memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, pemberdayaan harus terus diperkuat,” ujarnya.
Wahyu menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki sekitar 663 ribu organisasi kemasyarakatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 123 ribu organisasi berada di Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi tercatat sekitar 666 organisasi, sedangkan di Kota Sukabumi terdapat 249 organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, besarnya jumlah organisasi tersebut merupakan potensi sekaligus kekuatan nasional yang harus dikelola sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan.
“Harapan kami, organisasi kemasyarakatan menjadi bagian dari support system penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mitra pemerintah dalam membangun masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, perjalanan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kontribusi organisasi kemasyarakatan. Sejak sebelum kemerdekaan, berbagai organisasi seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Budi Utomo, dan organisasi lainnya telah menjadi penggerak persatuan yang mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.
Selain itu, Wahyu juga menyoroti peran historis media yang turut menyebarluaskan kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke dunia internasional sehingga mendorong lahirnya pengakuan terhadap kedaulatan bangsa.
Memasuki era digital, menurutnya, peran media semakin vital karena informasi dapat tersebar dalam hitungan detik. Oleh sebab itu, media dituntut untuk menyajikan informasi yang akurat, bertanggung jawab, sekaligus berperan aktif menjaga persatuan bangsa serta menangkal penyebaran hoaks.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Heri Gunawan menyampaikan dukungannya terhadap program pemberdayaan organisasi kemasyarakatan yang dijalankan Kemendagri. Ia menilai program tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas ormas sebagai mitra pembangunan nasional.
Meski dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Heri berharap program pemberdayaan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, melainkan berlanjut dengan aksi nyata yang mampu meningkatkan kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam mendukung Program Prioritas Nasional serta mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan Kemendagri di Sukabumi juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan organisasi kemasyarakatan di daerah sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga demokrasi, memperkuat persatuan, dan mempercepat pembangunan nasional. (RU)






