SINARPAGINEWS.COM KOTA BANDUNG – Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Dr. H. Radea Respati Paramudhita, S.H., M.H., menghadiri undangan Satpol PP Kota Bandung, pada acara Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN), dan Barang Bukti Hasil Penindakan (BHP) berupa 3,2 juta batang rokok serta 2047 botol minuman mengandung etil alkohol ilegal, di Halaman Kantor Satpol PP Kota Bandung, Kamis, 5 Desember 2024.
Acara pemusnahan BMN dan BHP senilai Rp4,4 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp2,4 miliar tersebut, merupakan kerja sama antara Kanwil Dirjen Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat, Kanwil Dirjen Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Barat, KPKNL Bandung, Pemerintah Kota Bandung, Forkopimda Kota Bandung, dan perusahaan jasa ekspedisi.
Acara pemusnahan barang-barang yang merupakan hasil penegakan hukum sinergis dengan Satpol PP Kota Bandung dalam rangka pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).
Selanjutnya, sisa barang akan dikirim ke PT Solusi Bangun Indonesia Tbk-Bogor untuk penyelesaian akhir proses pemusnahan.
Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita menjelaskan, acara pemusnahan BMN dan BHP tersebut merupakan wujud komiten serta pertanggungjawaban pemerintah untuk melindungi masyarakat, serta menjaga stabilitas industri dan perdagangan dari peredaran barang ilegal.
“Kami dari DPRD Kota Bandung sangat mendukung sekali adanya penegakan hukum, berupa pemusnahan rokok dan minuman ilegal ini. Tentunya ini merupakan langkah yang baik dari Pemerintah Kota Bandung untuk dapat melakukan penindakan dan pemusnahan, agar barang-barang tersebut tidak disalahgunakan kembali,” ujarnya.
Radea menuturkan, upaya pencegahan serta penindakan barang ilegal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung akan turut berdampak terhadap penerimaan pendapatan negara, khususnya pendapatan asli daerah bagi Kota Bandung.
“Dengan upaya penertiban dan pemberantasan barang ilegal ini, diharapkan tidak terjadi lagi pelanggaran berupa peredaran penyalahgunaan rokok dan minuman ilegal, karena hal tersebut berdampak pada penurunan jumlah pendapatan daerah Kota Bandung,” ucapnya.






