SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Ikatan Alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti (IKA FSRD Usakti) menggelar Kongres Raya bertajuk “Ragam Jiwa, Satu Tubuh” di Kampus A Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (13/9). Acara ini menjadi puncak dari rangkaian Pemilu, Kongres, dan Reuni alumni yang telah berlangsung sejak awal Agustus lalu.
Dalam agenda utama Pemilu Raya, para alumni secara resmi mengukuhkan Oliver Simbolon (DKV ’95) sebagai Ketua IKA FSRD Usakti periode 2025–2029. Oliver terpilih setelah mengungguli Mochamad Chandra Kurniawan (Desain Interior ’02) dalam proses pemilihan yang digelar secara transparan, adil, dan partisipatif.
Kongres Raya ini tidak hanya menetapkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ajang reuni kreatif yang dikemas dengan bazar, panggung hiburan, dan talkshow. Tema besar “Ragam Jiwa, Satu Tubuh” menegaskan pentingnya memperkuat ikatan lintas generasi alumni sekaligus melahirkan kepemimpinan yang inklusif dan relevan dengan tantangan zaman.
Talkshow bertajuk “peRAYAan DesaRupa: Alumni FSRD Usakti Berkarya, Indonesia Berdaya” menghadirkan lima alumni inspiratif yang telah berkiprah di industri kreatif nasional. Mereka adalah Lutfie ‘Upie Guava’ Abdullah (sutradara dan virtual studio producer), Ranu Scarvia Ria Fitri (Ketua HDII Jakarta), Iwan Sung (desainer produk bambu inovatif), Intan Dewi Sukmawangi (seniman daur ulang dan aktivis lingkungan), serta Danendro Adi (Dekan School of Design BINUS University).
“Karya kreatif lahir dari keberanian bereksperimen. Dari Trisakti, saya belajar untuk selalu jujur pada proses kreatif apa pun tantangannya,” kata Upie Guava, yang dikenal lewat video musik band NOAH dan film pendek tentang band Seventeen.
Ranu Scarvia menekankan pentingnya membangun desainer interior yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Dunia interior bukan hanya soal estetika, tapi juga membangun ruang hidup yang relevan,” ujarnya.
Iwan Sung menambahkan, desain produk harus mengedepankan inovasi berkelanjutan. “Desain bukan sekadar membuat barang, tetapi bagaimana karya bisa berguna dan menjawab tantangan zaman,” tuturnya. Sementara Intan Dewi menegaskan, kreativitas seharusnya tidak melupakan isu lingkungan.
Selain talkshow, pertemuan alumni juga diwarnai refleksi pengalaman para lulusan FSRD Trisakti. Banyak yang mengungkapkan bahwa pengalaman di kampus menjadi bekal penting menghadapi dunia kerja, terutama pola pikir kreatif, kemampuan beradaptasi, dan keberanian berkarya di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.
Panitia menegaskan, Kongres Raya pertama ini diharapkan menjadi momentum untuk memperlihatkan kembali wajah FSRD Trisakti sebagai kampus kreatif yang sejak lama melahirkan sosok-sosok berpengaruh di dunia seni rupa, desain, dan industri kreatif Indonesia. “Kongres ini diharapkan melahirkan kepemimpinan baru yang mampu menjembatani aspirasi alumni, memperkuat kontribusi terhadap kampus, dan menegaskan posisi FSRD Trisakti sebagai kampus kreatif yang relevan dan berdaya saing,” demikian pernyataan panitia.***






