“Lansia Tangguh, Menelan Tanpa Ragu”: FIK UI Dorong Lansia di Pancoran Mas Tetap Sehat dan Percaya Diri Lewat Latihan Menelan

INARPAGINEWS.COM, DEPOK , 23 Oktober 2025 — Suasana hangat terasa di Kantor RW 12 dan Posyandu Bunga Tanjung, Kelurahan Pancoran Mas, Depok, ketika para lansia bersemangat mengikuti kegiatan bertajuk “Lansia Tangguh, Menelan Tanpa Ragu”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK UI) melalui Cluster Riset Active Aging and Lifelong Wellness 2025.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Lurah Pancoran Mas, Bapak Ahmad Gunawan, bersama Ketua Tim Pengabdian, Dr. Etty Rekawati, S.Kp., MKM. Dalam sambutannya, Bapak Ahmad menyampaikan apresiasi atas sinergi antara FIK UI dan pemerintah kelurahan yang terus menghadirkan inovasi bagi kesehatan warga lanjut usia.

Kami senang karena program seperti ini nyata manfaatnya bagi warga, terutama para lansia yang butuh pendampingan dan perhatian,” ujar Ahmad Gunawan.

Sesi utama pelatihan dilaksanakan pada pukul 09.00–10.30, difasilitasi oleh Dr. Ns. Dwi Nurviyandari Kusuma Wati, S.Kep., M.N., yang mengajarkan langsung empat teknik menelan aman: Masako Maneuver, CTAR (Chin Tuck Against Resistance), Supraglottic Swallow, dan Super-Supraglottic Swallow. Para peserta lansia mengikuti setiap gerakan dengan antusias, dibimbing dengan sabar oleh tim FIK UI dan para kader posyandu.

Sebelum latihan dimulai, peserta menerima air, gelas, dan handuk sebagai alat peraga, serta buku saku latihan yang harus mereka isi setiap pagi, siang, dan malam selama satu bulan. Buku ini akan menjadi bahan evaluasi bulanan yang dilakukan oleh kader melalui grup WhatsApp Posyandu yang merupakan sebuah upaya sederhana untuk memastikan latihan tetap berlanjut di rumah.

“Manusia tidak pernah berhenti belajar,” ungkap Dr. Dwi Nurviyandari, saat memberi semangat kepada para lansia. “Latihan sederhana ini mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya besar: membantu menelan lebih mudah, mencegah tersedak, dan membuat mereka lebih percaya diri saat makan.”

Para peserta pun terlihat antusias. Beberapa tertawa bersama saat mencoba latihan pertama, sementara yang lain serius menirukan gerakan instruktur. Salah satu peserta lansia berkata dengan tulus:

“Saya baru tahu ternyata ada cara khusus supaya tidak tersedak. Biasanya saya suka sakit tenggorokan waktu makan. Sekarang saya jadi tahu caranya dan senang bisa latihan bareng teman-teman.”

Kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan lintas generasi. Kader posyandu, keluarga lansia, dan tim mahasiswa FIK UI saling mendukung dan berbagi cerita di sela-sela kegiatan. Selain mendapatkan pengetahuan baru, para lansia juga menerima merchandise sederhana sebagai kenang-kenangan yang menambah semangat mereka untuk terus berlatih di rumah.

Dr. Etty Rekawati, Ketua Tim Pengabdian, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia.

“Melalui kolaborasi antara universitas dan masyarakat, kami ingin menunjukkan bahwa penuaan bisa dijalani dengan aktif, sehat, dan bahagia. Lansia tangguh adalah lansia yang terus belajar dan berdaya,” ujarnya.

Ke depan, kegiatan ini akan berlanjut secara rutin setiap bulan, dipantau oleh kader dan dievaluasi bersama tim FIK UI. Program ini diharapkan menjadi model intervensi komunitas yang mudah diterapkan di wilayah lain, sekaligus memperkuat komitmen UI terhadap Sustainable Development Goals (SDG) 3: Good Health and Well-being.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *