Mahasiswa Teknik Mesin UPS Tegal Laksanakan Praktek Lapangan K3 di PT Barata Indonesia 

 

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL — Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti (UPS Tegal) melaksanakan kegiatan Praktek Mata Kuliah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di PT Barata Indonesia (Persero) Divisi Sumber Daya Air, Kota Tegal, Kemarin.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena dipandu langsung oleh Dosen Praktisi dari PT Barata Indonesia, Bapak Bambang Suswoyo, beserta jajaran Tim HSE (Health, Safety, and Environment) perusahaan. Melalui praktik langsung di lingkungan industri, mahasiswa diajak untuk memahami secara mendalam penerapan sistem manajemen K3 dalam aktivitas kerja sehari-hari, termasuk identifikasi potensi bahaya, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur tanggap darurat di area produksi.

Acara diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Abdul Halim, selaku HRD PT Barata Indonesia, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya disiplin dalam mematuhi setiap prosedur keselamatan kerja.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Setiap pekerja maupun pengunjung wajib memahami dan menjalankan tata tertib K3 agar tercipta lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan selamat,” ujar beliau di hadapan peserta.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Mesin UPS Tegal, Bapak Royan Hidayat, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan praktik lapangan seperti ini merupakan wujud nyata penerapan pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE).

“Melalui praktik di industri, mahasiswa tidak hanya memahami teori K3 dari ruang kuliah, tetapi juga melihat langsung bagaimana penerapannya di dunia kerja. Inilah bentuk pembelajaran utuh yang kami dorong, agar lulusan Teknik Mesin UPS memiliki kompetensi yang lengkap, profesional, dan siap bersaing,” tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan berbagai materi teknis dan simulasi lapangan, seperti penggunaan APD yang benar, sistem izin kerja (work permit), pengelolaan limbah industri, hingga analisis risiko kecelakaan kerja (Job Safety Analysis). Selain itu, mahasiswa juga diajak berkeliling area produksi untuk mengamati langsung standar keselamatan kerja yang diterapkan oleh PT Barata Indonesia.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari mahasiswa yang merasa mendapatkan pengalaman baru dan wawasan praktis terkait dunia industri. Dengan adanya kolaborasi antara kampus dan industri ini, diharapkan mahasiswa mampu menumbuhkan budaya kerja yang mengutamakan “Safety First” di setiap aktivitas teknis yang mereka lakukan.(Hid/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *