Mentan Amran Pastikan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone Untungkan Peternak

SINARPAGINEWS.COM, BONE – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan program hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akan memberikan keuntungan langsung bagi peternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini dirancang untuk menjamin ketersediaan bibit ayam (Day Old Chick/DOC), pakan, hingga pemasaran hasil ternak dalam satu sistem terintegrasi.

“Kita ingin peternak bahagia dan untung. Negara hadir melalui BUMN untuk menjamin harga DOC, pakan, dan pullet, baik kualitas maupun kuantitasnya,” kata Amran saat kunjungan kerja di Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sabtu, 17 Januari 2026.

Amran menyebutkan, hilirisasi ayam terintegrasi merupakan program strategis nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah menciptakan kepastian usaha bagi peternak, meningkatkan daya saing produk unggas nasional, serta membuka lapangan kerja baru di pedesaan.

Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda. Hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.

Melalui keterlibatan badan usaha milik negara (BUMN), pemerintah berupaya mengendalikan rantai pasok unggas dari hulu hingga hilir. Skema ini diharapkan mampu melindungi peternak kecil dari fluktuasi harga pasar yang selama ini kerap merugikan produsen.

Program hilirisasi tersebut mencakup proses pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi dalam satu ekosistem produksi modern. Dengan sistem ini, biaya produksi dapat ditekan, kualitas daging ayam meningkat, serta penyerapan tenaga kerja lokal semakin luas.

“Arah kita jelas, semua komoditas pertanian harus berdaulat. Ini pengendali inflasi terbaik, karena harga pakan dan DOC bisa ditekan dari hulu. Kalau peternak sejahtera, negara akan kuat,” ujar Amran.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menilai proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Bone akan memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai sentra pengembangan peternakan nasional. Menurut dia, proyek ini juga akan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pedesaan.

“Sulawesi Selatan siap menjadi pusat pengembangan peternakan nasional. Hilirisasi ini akan memperkuat ekosistem usaha ternak dan meningkatkan daya saing daerah,” kata Andi Sudirman.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN dalam proyek ini dinilai sebagai langkah konkret negara untuk membangun sistem peternakan yang efisien, berkelanjutan, dan berpihak pada peternak rakyat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *