SINARPAGINEWS.COM, DEPOK – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dini demensia, Nursing First Aid Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (NuFA FIK UI) menggelar kegiatan Turun Lapangan Sosial (TURSOS) pada 12–13 Juli 2025 di RW 20 Kampung Lio, Depok, Jawa Barat.
Kegiatan ini mengusung tema edukasi dan pengenalan demensia sebagai bentuk kepedulian mahasiswa keperawatan terhadap meningkatnya kasus demensia di Indonesia, khususnya pada kelompok lansia. Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi edukatif, TURSOS juga bertujuan mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan warga sekitar.
“Kami berharap edukasi ini tidak hanya untuk sekadar memberikan edukasi saja, tapi kami juga ingin membangun hubungan silaturahmi dengan warga sekitar. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” ujar Fitroh selaku penanggung jawab kegiatan.
Materi utama disampaikan oleh Ns. Dewi Srimauli, S.Kep., M.Kep., yang menjelaskan secara rinci mengenai definisi demensia, gejala awal, faktor risiko, serta pentingnya dukungan sosial dari keluarga.
“Demensia tidak hanya soal lupa, tetapi juga ditandai dengan perubahan perilaku, cara berkomunikasi, serta kondisi emosional,” ungkap Ns. Dewi.
Antusiasme peserta terlihat jelas, khususnya dalam sesi tanya jawab. Seorang ibu berusia 40-an mengungkapkan kekhawatirannya tentang ibunya yang sering lupa apakah sudah makan. Hal ini kemudian dijelaskan sebagai kemungkinan gejala awal demensia yang perlu diwaspadai.
Sebagai bentuk penerapan pendekatan Evidence-Based Nursing (EBN), kegiatan ini dilengkapi dengan pretest dan posttest kepada peserta.
Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta:
Dari data di atas, terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 1,5 poin, menandakan peningkatan pemahaman peserta setelah sesi edukasi. Salah satu indikator keberhasilan lainnya adalah peningkatan pemahaman terhadap faktor risiko demensia: sebelum edukasi, 86% peserta menjawab salah mengenai risiko seperti usia lanjut dan jenis kelamin. Setelah edukasi, hanya 2% yang masih menjawab keliru.
Kegiatan edukasi pengenalan demensia ini terbukti efektif dan berdampak positif. Diharapkan, kegiatan turun sosial yang diinisiasi oleh NuFA FIK UI ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dan pencegahan dini demensia.
Hari ketiga pelaksanaan Turun Sosial (TURSOS) menjadi salah satu momen paling menarik dan dinantikan oleh para peserta, khususnya para ibu-ibu lansia. Kegiatan ini dipenuhi dengan semangat, keceriaan, dan makna edukatif yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan kognitif.
Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah fun games pertama, yaitu mengoper kertas menggunakan jepitan. Permainan ini dirancang untuk melatih fokus, koordinasi tangan, serta keseimbangan tubuh—kemampuan kognitif yang penting untuk dijaga di usia lanjut sebagai langkah pencegahan demensia.
Kegiatan senam juga menjadi sesi utama yang sangat ditunggu oleh para peserta. Meskipun mayoritas peserta berusia di atas 50 tahun, semangat dan antusiasme mereka tetap terlihat jelas melalui gerakan yang lincah dan penuh keceriaan. Bagi lansia usia 60 tahun ke atas, senam dilakukan sambil duduk dengan mengikuti gerakan tangan, sehingga tetap dapat berpartisipasi tanpa perlu bergerak terlalu aktif.
Tak kalah seru, sesi menyusun gelas piramida menjadi puncak dari semangat kompetitif para ibu-ibu. Walaupun usia mereka tak lagi muda, semangat untuk menang tetap membara. Saling mendukung dan mengayomi antar peserta terlihat jelas, terutama saat salah satu dari mereka maju ke babak final—sebuah potret kekompakan dan kebersamaan yang menghangatkan suasana.
Yang tak kalah menarik, kegiatan ini juga inklusif. Mahasiswa dengan sabar membantu lansia yang mengalami kesulitan membaca, menulis, maupun bergerak akibat faktor usia. Pendampingan ini memastikan semua lansia tetap dapat berpartisipasi aktif, merasa dihargai, dan dilibatkan sepenuhnya dalam seluruh rangkaian kegiatan.
“Ibu-ibu akhirnya bisa berkumpul lagi setelah beberapa bulan tidak bertemu. Setelah ini, kita bisa lanjut senam bersama di hari libur setelah ibu-ibu bekerja,” ujar Ibu Imas dalam penutupan kegiatan Turun Sosial.
Turun Sosial NuFA FIK UI 2025 ditutup dengan pembagian rencana tindak lanjut berupa buku wajib lansia berisi materi mengenai demensia dan teka-teki silang yang dapat melatih ingatan dan kemampuan berpikir lansia.
Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, TURSOS NuFA FIK UI 2025 tidak hanya memperkenalkan pentingnya deteksi dini demensia, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal menuju komunitas yang lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan lansia.






