Sumber Foto: Media Sosial Resmi Bappeda Kota Sukabumi
SINARPAGINEWS.CO KOTA SUKABUMI — Upaya memperkuat fondasi pelayanan publik yang adaptif terus didorong Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satunya melalui Rapat Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 yang digelar oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, melibatkan perangkat daerah hingga jajaran puskesmas.
Kegiatan ini menjadi titik awal dalam membangun kesamaan persepsi sekaligus komitmen bersama untuk menjadikan inovasi sebagai budaya kerja di lingkungan pemerintahan.
Mengutip dari media sosial resmi Bappeda Kota Sukabumi, sosialisasi IID 2026 bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam forum tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya Indeks Inovasi Daerah sebagai alat ukur kinerja inovasi pemerintah daerah. IID juga berperan dalam mendorong setiap perangkat daerah untuk terus berinovasi, baik dalam tata kelola, pelayanan, maupun pemanfaatan teknologi.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Berbagai pandangan dan pengalaman disampaikan oleh peserta, mencerminkan antusiasme sekaligus kesiapan dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.
Bappeda Kota Sukabumi menegaskan, inovasi kini bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan yang harus diintegrasikan dalam setiap lini pelayanan. Dengan inovasi, diharapkan pelayanan publik tidak hanya berjalan efektif dan efisien, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh perangkat daerah dan unit pelayanan kesehatan dapat bergerak selaras dalam merancang dan mengimplementasikan inovasi yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar besar Pemerintah Kota Sukabumi dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih adaptif, berkualitas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (Red)






