SINARPAGINEWS.COM, MAJALENGKA . Masjid Al Firdaus yang terletak di Jalan Raya Utara Kadipaten resmi dibuka pada tanggal 16 Februari 2025. Peresmian masjid tersebut dipimpin oleh Pj Bupati Majalengka, Dedi Supandi, dan dihadiri oleh sejumlah tamu terhormat, termasuk anggota DPRD Fraksi PAN, Forkopimcam,Kepala Kemenag Kab.Majalengka, serta keluarga besar almarhum H. Ade Firdaus.
Acara tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat Kadipaten, karena diharapkan masjid ini akan berfungsi sebagai pusat keagamaan di wilayah tersebut, di samping menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah sholat, juga berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan seperti bakti sosial.
Dalam sambutannya, Dedi Supandi menekankan pentingnya peran Masjid Al Firdaus dalam meningkatkan kehidupan spiritual masyarakat Kadipaten. Ia mendorong agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga sebagai wadah untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama menjelang bulan Ramadhan yang akan datang.
Hal ini sejalan dengan tujuan masjid sebagai tempat yang tidak hanya memperkuat hubungan vertical antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga horizontal antara sesama manusia.
H. Rona Firmansyah yang mewakili keluarga besar H. Ade Firdaus menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Al Firdaus dimulai dari proses pembebasan lahan. Pembangunan fisik masjid dimulai setelah izin dari Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka diterbitkan pada 20 September 2023.
Dengan luas tanah 1.850 meter persegi dan dirancang untuk memiliki tiga lantai, masjid ini dapat menampung hingga 1.000 jamaah dalam satu waktu. Hal ini menunjukkan komitmen besar untuk menyediakan fasilitas yang memadai bagi umat Muslim di Kadipaten.
Perlu diketahui, masjid yang berdiri kokoh di wilayah Kadipaten tersebut menghabiskan anggaran 26 Milyar tanpa ada anggaran dari pemerintah daerah, hal itu disampaikan langsung oleh PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi saat sesi wawancara di depan para awak media.
H. Rona menambahkan bahwa masjid ini diwakafkan kepada Yayasan Al Firdaus untuk dikelola dan dirawat dengan baik demi kepentingan umat.
Acara peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Pj Bupati Majalengka dan dilanjutkan dengan monitoring area sekitar masjid. Tak hanya itu, sejumlah paket sembako sebanyak 3.000 paket juga disiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat, menunjukkan sifat kepedulian sosial dalam setiap langkah yang diambil.
Secara keseluruhan, peresmian Masjid Al Firdaus ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Kadipaten. Semangat untuk menjadikan masjid sebagai pusat keagamaan dan kegiatan sosial menjadi harapan besar bagi semua yang terlibat. Dengan adanya masjid yang megah dan fungsi yang luas ini, Masjid Al Firdaus dapat menjadi pendorong untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, lebih rukun, dan lebih beriman bagi seluruh lapisan masyarakat Kadipaten.(Yudhistira)






