INDRAMAYU, SINARPAGINEWS.COM – Kreativitas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University mencuri perhatian warga Desa Eretankulon. Melalui program bertajuk SIJALI (Siswa Jago Peduli Lingkungan), mereka menyulap sampah anorganik menjadi karya seni kolase bernilai di UPTD SDN 4 Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan yang digelar pada Juli 2026 lalu ini menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6. Sejak pagi hari, puluhan siswa antusias mengikuti edukasi tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik.
Tidak hanya teori, siswa diajak praktik langsung memilah sampah. Sampah anorganik seperti bungkus plastik, kertas, dan kemasan makanan bekas kemudian diolah kembali menjadi media pembuatan seni kolase.
“Melalui SIJALI, kami ingin menunjukkan bahwa sampah anorganik yang biasa dibuang dapat diolah menjadi karya bernilai guna,” kata Immanuel Raka Sanjaya, Ketua Kelompok KKNT Desa Eretankulon, saat diwawancarai Diskominfo pada Rabu (12/08/2026).
Menurut Raka, program ini memiliki tujuan ganda. Selain menumbuhkan kepedulian lingkungan, kegiatan ini juga melatih kreativitas dan keterampilan motorik halus siswa sekolah dasar.
Sesi pembuatan kolase dan edukasi lingkungan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan dewan guru. Berdasarkan evaluasi tim, program SIJALI dinilai berhasil mencapai target dengan indikator meningkatnya pemahaman siswa soal pengelolaan sampah.
Konsep belajar sambil bermain yang diusung membuat siswa tetap aktif dan terlibat hingga akhir acara. Meskipun keterbatasan waktu membuat pengerjaan kolase belum maksimal, program ini diharapkan menjadi pemicu kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah maupun rumah.
SIJALI menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKNT IPB University dalam mendukung pendidikan karakter dan kelestarian lingkungan di tingkat sekolah dasar.






