Program Kemitraan Masyarakat Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas ” Jamu Mak Lin” Di Desa Pekunden

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL – Tim dosen dari perguruan tinggi Universitas Pancasakti Tegal (UPS), Ira Maya Hapsari, SE., M.Si. dan Rizki Prasetyo Tulodo, ST., M.Kom., berkolaborasi dengan Amin Nur Akhmadi, M.T., dosen Teknik Mesin Universitas Harkat Negeri (UHN), bersama-sama melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat di Desa Pekunden, Kelurahan Pelutan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah .

Program ini mendapatkan dukungan Hibah Program Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek) Tahun Anggaran 2025 dan menyasar peningkatan produktivitas usaha jamu tradisional “Jamu Mak Lin” yang telah lama dikenal masyarakat setempat.

Pelaksanaan PKM ini berfokus pada penguatan kapasitas usaha lokal melalui pendampingan manajemen, peningkatan kualitas produksi, dan pengembangan inovasi produk. Selain itu, tim dosen juga memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi sederhana dalam proses produksi, perbaikan kemasan agar lebih higienis, serta penerapan strategi pemasaran modern berbasis digital.

Menurut Ira Maya Hapsari, SE., M.Si., kontribusi dunia akademik dalam pengembangan UMKM lokal sangat penting agar usaha tradisional tetap relevan.

“Pendampingan ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi produktivitas mitra, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha jamu sebagai warisan budaya,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Amin Nur Akhmadi, M.T., yang menekankan bahwa peningkatan kapasitas usaha kecil perlu didukung dengan manajemen yang baik. “Kami ingin membantu mitra agar lebih siap menghadapi persaingan pasar, tanpa menghilangkan nilai tradisional jamu yang menjadi identitas lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Rizki Prasetyo Tulodo, ST., M.Kom., menambahkan pentingnya literasi digital untuk mendukung pemasaran produk lokal.

“Di era digital, pemasaran online menjadi pintu utama memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Melalui pelatihan digital marketing, kami berharap ‘Jamu Mak Lin’ dapat naik kelas dan lebih dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat Desa Pekunden menyambut baik adanya program hibah PKM dari Kemendikti-Saintek ini. Pemilik usaha “Jamu Mak Lin” menilai pendampingan yang diberikan para dosen menjadi motivasi baru dalam mengembangkan usaha keluarga yang telah dijalani secara turun-temurun.

Mereka berharap dukungan akademisi ini dapat membantu usaha jamu tradisional tetap eksis dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Dengan adanya Program Kemitraan Masyarakat ini, diharapkan “Jamu Mak Lin” tidak hanya menjadi ikon lokal yang memperkuat identitas budaya jamu tradisional, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi positif bagi masyarakat Desa Pekunden, Kelurahan Pelutan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.(Hid/adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *