SINARPAGINEWS,.COM. BEKASI – Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Pengabdi Dosen dan Mahasiswa STIKes Medistra Indonesia berjudul “Kelor Tech: Aplikasi Edukasi dan Resep Olahan Daun Kelor untuk Cegah Stunting pada Anak Usia Dini” merupakan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat Oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Kemendiktisaintek Tahun 2025 dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan teknologi digital melalui pengembangan digital edukasi yang menyediakan informasi edukatif dan resep inovatif berbahan dasar daun kelor. Pelaksanaan kegiatan dini dilakukan di wilayah Kelurahan sepanjang Jaya Kota Bekasi.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka stunting di kalangan anak usia dini di berbagai daerah, yang salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya asupan gizi mikro seperti zat besi, kalsium, dan vitamin A. Daun kelor (Moringa oleifera), yang kaya akan kandungan gizi, menjadi bahan lokal potensial untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut. Namun, pemanfaatannya di masyarakat masih terbatas akibat minimnya pengetahuan tentang cara pengolahan dan manfaatnya.

Melalui kegiatan ini, tim pelaksana melakukan beberapa tahapan, antara lain:
- Sosialisasi dan Edukasi Gizi kepada kader posyandu, dan ibu rumah tangga yang memiliki balita mengenai pentingnya gizi seimbang dan potensi daun kelor sebagai bahan pangan lokal bergizi tinggi.
- Pelatihan Pemanfaatan Digital edukasi “Kelor Tech”, yang berisi informasi interaktif tentang kandungan gizi daun kelor, tips pengolahan, serta puluhan resep makanan bergizi untuk anak usia dini, seperti bubur kelor, nugget kelor, dan gummy kelor dan puding kelor.
- Workshop Pembuatan Produk Olahan Daun Kelor, di mana peserta diajak langsung mempraktikkan pembuatan menu sehat berbasis kelor dengan pendampingan dosen STIKes Medistra Indonesia dan mahasiswa SEMA.
- Pendampingan dan Evaluasi, berupa pemantauan pemanfaatan digital edukasi dan perubahan pengetahuan serta perilaku gizi masyarakat setelah kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para peserta menyampaikan bahwa digital edukasi “Kelor Tech” sangat membantu mereka mendapatkan informasi praktis dan terpercaya mengenai gizi anak serta resep sehat yang mudah dipraktikkan di rumah. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong munculnya inisiatif ekonomi kreatif berbasis produk olahan kelor yang bernilai jual tinggi. Secara keseluruhan, program “Kelor Tech” berhasil menggabungkan pendekatan teknologi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kegiatan yang berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model pengabdian yang inovatif dalam mendukung upaya nasional menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak usia dini di Indonesia.(*)






