SINARPAGINEWS.COM, BANDUNG — Kongres XXII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang digelar sejak 15 Juli 2025 di Gedung Merdeka, Bandung, akhirnya menetapkan Risyad Fahlefi sebagai Ketua Umum dan Patra Dewa sebagai Sekretaris Jenderal GMNI periode 2025–2028. Keduanya terpilih secara aklamasi pada Selasa, 29 Juli 2025, dalam forum yang dihadiri oleh 85 DPD, DPC definitif serta caretaker GMNI se-Indonesia.
Kongres GMNI kali ini diwarnai dinamika yang cukup kompleks. Sidang sempat mengalami beberapa kali penundaan karena perbedaan pendapat di antara peserta. Bahkan pada tanggal 24 Juli 2025, sidang sempat dihentikan karena situasi yang kurang kondusif. Meski begitu, kongres akhirnya dapat kembali dilanjutkan hingga menghasilkan keputusan strategis bagi organisasi.
Risyad Fahlefi menyatakan bahwa dinamika panjang yang terjadi justru menjadi cermin besarnya organisasi.
“Pemilihan kali ini memang berlangsung cukup lama. Namun saya memandangnya sebagai hal yang positif, karena dinamika yang besar mencerminkan bahwa organisasi ini juga besar. Kita harus belajar dari proses ini,” ujar Risyad.
Ia juga mengajak seluruh kader GMNI dari berbagai daerah untuk memperkuat persatuan dan kembali kepada nilai-nilai perjuangan Bung Karno.
“Ke depan, saya akan menyusun struktur internal organisasi secara solid dan memperkuat persatuan. Kita semua tahu dinamika kongres ini sangat kompleks. Karena itu saya ingin GMNI kembali pada jati dirinya dengan mewujudkan ajaran Trisakti Bung Karno — berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ini harus diwujudkan dalam program-program kerja yang relevan dan konkret,” tambahnya.
Risyad juga menekankan pentingnya integritas kader GMNI ke depan.
“Saya mendorong agar seluruh kader membangun citra diri, menjaga integritas, serta bertanggung jawab, termasuk dalam menyelesaikan kewajiban akademik. GMNI harus bisa melahirkan kader-kader yang tangguh dan siap bersaing secara global,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Risyad juga menyinggung soal pentingnya penegakan produk hukum organisasi dan komunikasi yang etis antar kader.
“Setiap langkah organisasi ke depan harus berdasarkan komunikasi dan keputusan kolektif. Kita harus belajar menegakkan produk hukum organisasi dengan bijak dan konsisten,” ujarnya.
Risyad menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta kongres dan Pemerintah Daerah Kota Bandung yang telah mendukung pelaksanaan Kongres XXII GMNI ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan sangat baik. Ke depan, kami juga siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membawa GMNI menjadi organisasi kader yang unggul, modern, dan relevan dengan zaman,” tutupnya.
Kongres GMNI XXII ini menjadi momen penting dalam arah gerak organisasi mahasiswa nasionalis ini ke depan, dengan semangat baru, kepemimpinan baru, dan tekad besar untuk terus menyulam persatuan demi Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan berkepribadian. (Nurdiani)






