SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah memastikan pasokan daging sapi nasional menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 berada dalam kondisi aman. Harga di tingkat konsumen juga dipastikan tetap terkendali dan berada di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah, meski terjadi peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Kepastian tersebut disampaikan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) setelah menggelar rapat koordinasi dengan pelaku usaha daging sapi nasional. Pertemuan itu melibatkan importir, peternak, pedagang, serta sejumlah asosiasi seperti Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), dan Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI).
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan hasil koordinasi menunjukkan stok daging sapi nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri. “Stok daging sapi nasional saat ini dalam kondisi cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Makmun, Senin, 5 Januari 2026.
Makmun menjelaskan, pergerakan harga yang terjadi di sejumlah daerah dipengaruhi oleh kenaikan harga sapi di negara asal impor. Namun, pemerintah bersama pelaku usaha telah menyepakati langkah pengendalian agar kenaikan tersebut tidak berdampak langsung pada harga di pasar konsumen.
Menurut dia, salah satu kesepakatan utama adalah menjaga harga jual daging sapi agar tidak melampaui harga acuan pemerintah. Pemerintah juga akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesepakatan tersebut dijalankan oleh seluruh pelaku usaha.
Dari sisi pedagang, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Yayan Suryana menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah. Ia menegaskan para pedagang siap menjaga stabilitas pasokan dan harga daging sapi, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Yayan juga mengimbau pedagang daging, terutama di wilayah Jabodetabek, agar tetap beroperasi dan tidak menghentikan aktivitas perdagangan. “Kami mengajak rekan-rekan pedagang untuk tetap berjualan. Insyaallah ada solusi terbaik bagi semua pihak,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi mengatakan rapat koordinasi menghasilkan kesepakatan pengendalian harga sapi timbang hidup. Harga disepakati berada di kisaran Rp53 ribu hingga Rp54 ribu per kilogram.
“Dengan harga timbang hidup tersebut, harga karkas di Rumah Potong Hewan bisa dijaga di kisaran Rp104 ribu sampai Rp105 ribu per kilogram untuk dua pekan ke depan,” ujar Asnawi. Skema ini dinilai penting untuk mencegah lonjakan harga daging sapi di tingkat konsumen.
Adapun dari kalangan pelaku usaha sapi potong, Direktur Eksekutif Gapuspindo Djoni Liano menegaskan bahwa ketersediaan sapi potong nasional tetap aman meski terdapat tekanan dari pasar global dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Menurut Djoni, stok sapi potong yang dimiliki anggota Gapuspindo cukup untuk memenuhi peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. “Pasokan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan daging sapi di pasar,” ujarnya.
Pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga daging sapi dapat menjaga daya beli masyarakat serta mendukung kelancaran ibadah selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.***





