SINARPAGINEWS.COM, SUKABUMI – Indonesia adalah negara yang kaya akan tradisi dan budaya, dimana setiap daerah memiliki tradisinya masing-masing. Seperti halnya tradisi dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Masyarakat Sunda khususnya di wilayah provinsi Jawa Barat ada tradisi Munggahan yang rutin dilakukan oleh warganya setiap menjelang Ramadhan.

Seperti yang dilakukan Paguyuban Keluarga Wardi Nataatmadja (PKWN) yang rutin setiap tahun menggelar tradisi “Munggahan dan Family Gathering”, dimana tahun ini dilaksanakan di tempat anak ke-9 almarhum Wardi Nataatmadja yaitu Hj. Imas Susilawati (66th) Jl. Goalpara Kp. Cibeureum Pasir, Desa Sukamekar, Kec. Sukaraja, Kab. Sukabumi, Sabtu (15/2/2025).

Disela kegiatan munggahan, Ketua PKWN, H. Asep Ruslan atau yang akrab disapa Kang Asep, mengaku bangga dan gembira akan jalinan tali silaturahmi antara keluarga besar Paguyuban Keluarga Wardi Nataatmadja (PKWN) dari generasi pertama sampai generasi ke empat yang sudah terjalin dengan baik.


“Alhamdulillah hari ini empat generasi dari keluarga Wardi Nataatmadja yaitu dari Wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Jakarta, Tangerang, Cianjur, Cipanas, Cililin, Sumedang dan Garut bisa kumpul bersama di rumah keluarga Sukabumi,” ujar Kang Asep.
Menurut Kang Asep, Tradisi munggahan yang digelar setiap tahun ini dalam rangka menjalin silaturahmi Keluarga Wardi Nataatmadja agar tidak ada yang pareumeun obor.

“Dalam tradisi urang Sunda ada pesan orang tua kepada anaknya, “Asep/Euis, omat ulah dugikeun ka ”Pareumeun Obor” sareng wargi teh, sakumaha sibukna urang, angger urang teh kedah silaturahmi kanu namina dulur mah. Peupeuriheun hirup didunia teu lila, lamun teu gaduh dulur hirup asa nyorangan,” ungkap Kang Asep mengenang pesan ayahnya almarhum KH. Amin Suarmin anak ke-2 dari Wardi Nataatmadja.


(Yang jika diartikan, “Asep & Euis, jangan sampai “tidak tahu terhadap orangtua, saudara dan kerabatnya”, walaupun kita sibuk, tetap kita itu harus bersilaturahmi dengan saudara. Karena hidup di dunia itu tidak lama, kalau tidak punya saudara hidup akan terasa sendiri).

Acara munggahan berlangsung dalam suasana yang hangat dan akrab, penuh gelak tawa. Tak jarang sesekali ada yang melempar candaan saat sedang makan.

“Meski berjalan santai penuh keriangan dan keceriaan, acara munggahan ini tidak melunturkan nilai kesakralannya. Hal utama dalam acara ini untuk saling mempererat tali silaturahmi antara keluarga dan saling bermaaf-maafan sebelum menjalankan puasa Ramadhan 1456 Hijriah,” ucapnya.
Tausyiah Kiat Beragama Menyenangkan
Munggahan dibuka pembacaan ayat suci al Quran oleh Nabila (9th) putri Kang Asep, kemudian sambutan tuan rumah oleh Hj. Imas Susilawati, Sambutan ketua Panitia oleh H. Asep Ruslan, dan Sambutan wakil pinisepuh oleh Yayan Karyati (istri almarhum Acep Alimin Suparman anak ke-6 Wardi Nataatmadja). Selanjutnya tausyiah dan doa oleh KH. Asep Rahmat, M.Ag (anak almarhum KH. Amin Suarmin) dan nasihat dari Ayi Hasan Rasyid (69th) anak ke-8 Wardi Nataatmadja selaku pinisepuh.
“Hasil musyawarah keluarga tadi, untuk acara Munggahan tahun 1457 Hijriah atau tahun 2026 yang akan datang. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan panjang umur, Insya Allah akan dilaksanakan di tempat anak ke-3 Bapak Wardi Nataatmadja yaitu almarhum Bapak Oman Abdul Rohman di tempat Ibu Asih Nuraidah di Malangbong Kabupaten Garut,” tutur Kang Asep.

“Jujur saya sangat berkesan dan bangga, karena hari ini banyak saudara kita yang bisa hadir. Ini kegiatan silaturahmi yang sangat baik, terima kasih kepada panitia, tuan rumah dan semua yang bisa hadir di acara munggahan ini,” ungkap Ayi.

Lebih lanjut Ayi berharap jalinan kekeluargaan tersebut bisa terus terjalin dengan baik dan bermanfaat kedepannya baik untuk keluarga besar Paguyuban Keluarga Wardi Nataatmadja (PKWN) juga masyarakat.

Anak Pasangan Wardi Nataatmadja dan Maskanah
- Fatmih (almarhumah)
- KH. Amin Suarmin (almarhum)
- Oman Abdul Rohman (almarhum)
- Djuju Djuariah (almarhum)
- Iim Abdul Rohim
- Acep Alimin Suparman (almarhum)
- Pandi Sopandi (almarhum)
- Ayi Hasan Rasyid
- Hj. Imas Susilawati






