UNY Gelar Pelatihan Soft Skills Resiliensi Bagi Guru BK di Karanganyar

SINARPAGINEWS.COM, KARANGANYAR – Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan pelatihan bertajuk “Pelatihan Soft Skills Resiliensi untuk Mencegah Suicidal Thought Siswa SMA bagi Guru BK di Karanganyar”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh Guru Besar dan Dosen Struktural, dengan dukungan pendanaan dari UNY. Acara ini bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar pada Kamis (7/8/2025).

Acara dimulai dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi pembukaan yang diisi oleh sejumlah tokoh penting.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Penelitian dan PKM, Prof. Dr. Budi Astuti, M.Si., disusul oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Sumarwanto, S.H., M.Pd. Turut hadir memberikan sambutan, Kepala Seksi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, Sigid Susilo, S.E., serta Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Karanganyar, Gunawan Wibowo, S.Pd.

Tim penelitian dan PKM terdiri dari Prof. Dr. Budi Astuti, M.Si., Mitta Kurniasari, S.Pd., M.Pd., Rizqi Lestari, S.Pd., M.Pd. Acara ini dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah.

Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat peran guru BK dalam membangun ketahanan mental siswa, sekaligus mencegah munculnya pikiran untuk bunuh diri di kalangan remaja. Partisipasi dari guru BK pada PKM ini dengan pengumpulan tugas berupa kampanye pencegahan suicidal thought dengan pembuatan media.

Ada empat karya dari guru BK yang ditampilkan yaitu dari Ratih Kusuma Dewi (SMA Negeri Mojogedang), Sulis Hafid Pamungkas (SMA Negeri Gondangrejo), Thobaroni Almahdi (SMA Al Amanah Karanganyar), dan Gunawan Wibowo (SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar). Media yang dibuat oleh guru BK sangat menarik dan harapannya dapat memberikan manfaat bagi siswa kedepannya.

Pengingat dari Sigid Susilo, “Jadi guru kalau hanya mentransfer ilmu akan kalah dengan teknologi. Apa yang menjadi pembeda? Teknologi hanya mentransfer ilmu tapi tidak punya hati nurani, tidak bisa memberi motivasi.” bagi kita semua sebagai pendidik.

Sehingga hubungan antara guru dan siswa esensial yang tidak dapat tergantikan oleh teknologi. Media yang dibuat oleh guru BK sebagai jembatan untuk lebih dekat dengan siswa yang didukung dengan soft skills yang dimiliki oleh guru BK.(Hid/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *