SINARPAGINEWS.COM, PRINGSEWU — Video yang memperlihatkan kondisi talud diduga rapuh di Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik. Rekaman tersebut menampilkan pasangan batu di sisi badan jalan yang terlihat mudah terlepas dari adukan semen saat disentuh.
Sejumlah warganet mengaitkan lokasi dalam video dengan pekerjaan infrastruktur pada ruas Jalan Banyumas–Way Kunyir, jalur penghubung antarwilayah yang berperan penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan masyarakat. Ruas jalan ini diketahui tengah masuk program peningkatan infrastruktur dengan dukungan pendanaan pemerintah pusat.
Dalam video yang viral, struktur pasangan batu tampak belum merekat kuat. Kondisi visual tersebut memunculkan dugaan adanya persoalan pada mutu campuran material, khususnya komposisi semen dalam adukan. Secara teknis, konstruksi talud pasangan batu sangat bergantung pada kualitas adukan, di mana campuran semen, pasir, dan air harus sesuai spesifikasi agar menghasilkan daya rekat optimal serta kekuatan tekan yang memadai.
Adukan yang kekurangan semen atau tidak tercampur merata berisiko menimbulkan rongga, retak dini, hingga lemahnya ikatan antar batu. Dampaknya, batu lebih mudah terlepas dan struktur tidak mampu menahan tekanan tanah maupun aliran air dalam jangka panjang. Selain komposisi material, proses pemasangan batu, kepadatan susunan, serta perawatan pascapekerjaan turut memengaruhi kekuatan akhir talud.
Talud berfungsi sebagai penahan tanah sekaligus pelindung badan jalan. Jika kualitasnya tidak sesuai standar teknis, potensi dampak yang dapat muncul antara lain pergerakan tanah di sisi jalan, gangguan sistem drainase, hingga retak atau amblas pada perkerasan jalan. Kondisi tersebut dapat memperpendek umur layanan jalan serta meningkatkan kebutuhan perbaikan, terlebih bila talud menjadi bagian dari paket pekerjaan peningkatan jalan.
Pembangunan ruas Jalan Banyumas–Way Kunyir diketahui didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai sekitar Rp48,83 miliar. Paket pekerjaan mencakup peningkatan perkerasan, pelebaran badan jalan, penguatan struktur, serta penataan drainase, dengan talud sebagai salah satu komponen penting penunjang stabilitas konstruksi.
Berdasarkan penelusuran awak media, perekam sekaligus narasumber dalam video viral tersebut berinisial SBH. Ia menyampaikan bahwa talud yang menurutnya baru dikerjakan sudah menunjukkan tanda kerapuhan.
“Talud baru dibuat tiga hari, sudah sangat rapuh, diduga kurang semen dalam pengadukannya. Tolong Pak Bupati ditinjau,” ujarnya dalam video.
Unggahan tersebut dibanjiri beragam komentar warganet. Sebagian meminta pekerjaan dibongkar dan diawasi lebih ketat, sementara lainnya mendorong pengawasan bersama agar pembangunan mengedepankan mutu dan kualitas. Ada pula komentar yang menyoroti kondisi adukan yang dinilai masih basah, serta harapan agar proyek diselesaikan dengan baik agar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Viralnya video ini memunculkan harapan agar dilakukan pengecekan teknis langsung di lapangan. Dalam proyek infrastruktur, pengawasan mutu umumnya mencakup pemeriksaan material, perbandingan campuran adukan, serta hasil pasangan batu sesuai spesifikasi teknis.
Evaluasi diperlukan untuk memastikan apakah kondisi dalam video mencerminkan persoalan kualitas konstruksi atau bagian pekerjaan yang belum selesai sepenuhnya, sehingga mutu pembangunan tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (Merliyansyah)






