SINARPAGINEWS.COM KOTA SUKABUMI – Kota Sukabumi mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,54 persen pada Agustus 2025.
Menanggapi kondisi tersebut Pemerintah Kota Sukabumi telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menekan inflasi, termasuk salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Hal itu ditegaskan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki.
Menurutnya, didalam menekan Inflasi, yang terpenting dilakukan adalah menjaga keseimbangan pertumbuhan, baik pelayanan publik, pengembangan SDM, maupun ekonomi masyarakat, hal itu dinilai penting, sebab semua saling terkait dalam menjaga daya beli warga, jelasnya.
Wali Kota menambahkan bahwa penanganan inflasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan dukungan semua pihak.
“Dengan kerja sama dan langkah bersama, diyakini inflasi bisa dikendalikan,” Tandasnya.
Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, Dani Jaelani menjelaskan, inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran, diantaranya, inflasi tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,67 persen, selanjutnya pendidikan berasa di 5,5 persen, makanan, minuman dan tembakau 6,02 persen, dan rekreasi, olahraga, serta budaya ada di 4,03 persen,” tutur Dani.
Sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi antara lain emas perhiasan, beras, kopi bubuk, rokok, bawang merah, minyak goreng, hingga biaya pendidikan perguruan tinggi.
Meski begitu, Sukabumi mencatat deflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,06 persen.
Deflasi ini didorong turunnya harga tomat, cabai rawit, ikan asin, daging sapi, dan telepon seluler, jelasnya. (Deni Silalahi)





