SINARPAGINEWS.COM, ACEH – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Yudu Triadi, S.H, M.H meresmikan Gampong Binaan Adhyaksa Peduli Stunting di Kota Lhokseumawe pada Kamis, 3 Juli 2025 lalu. Peluncuran ini menegaskan komitmen Kejati dalam percepatan penurunan angka stunting di Bumi Serambi Mekkah yang telah berjalan dari tahun 2022.
Program inovatif ini juga merupakan wujud nyata kepedulian Kejaksaan terhadap masa depan generasi muda Aceh
Melalui Gampong Binaan Adhyaksa Peduli Stunting, Kejati Aceh akan fokus melakukan pendampingan intensif di desa-desa yang memiliki prevalensi stunting tinggi.
Pendampingan ini meliputi berbagai aspek, mulai dari edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, peningkatan akses terhadap makanan bergizi, hingga fasilitasi pelayanan kesehatan yang memadai bagi balita.
“Stunting adalah masalah kita bersama. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, swasta, dan juga aparat penegak hukum untuk mengentaskan persoalan ini,”
ucap Kajati Aceh.
Diakui Kajati Aceh, persoalan stunting bukanlah persoalan Aceh saat ini saja, melainkan bisa menjadi masalah jangka panjang bagi Aceh bila tidak tangani secara serius karena menyangkut masa depan anak-anak Aceh.
“Mereka inilah yang menjadi harapan masa depan Aceh yang lebih baik lagi.anak-anak kita adalah bagian dari masa kini dan masa depan. sekarang kita rawat mereka, kelak mereka yang akan merawat bangsa”
tutup Kajati Aceh.
Apresiasi Walkot
Pada kesempatan yang sama, Walikota Lhokseumawe dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kejati Aceh atas peluncuran Program Adhyaksa Peduli Stunting sebagai upaya mendukung percepatan penurunan stunting.
“Pemko Lhokseumawe berkomitmen menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia,saya yakin dengan kebersamaan dan kesungguhan kita semua,Lhokseumawe mampu mewujudkan generasi sehat,cerdas,dan bebas stunting”
ujar Walikota Lhokseumawe.






