Forum Bela Negara ( FBN-RI ) DPW.Jawa Barat Hadiri Rembuk Kebudayaan dan Kejuaraan Pencak Silat APN CUP II

SINARPAGINEWS.COM, BANDUNG BARAT – Rembuk Budaya dengan thema ” Budaya sebagai Nafas Pembangunan Desa, Meneguhkan Kedaulatan, Memperkuat ketahanan” dan Kejuaraan Pencak Silat APN CUP II dengan thema ” Usik Luhung Waluya Anu Sajati ( hidup yang bermanfaat untuk kehidupan yang sejati).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Membangun Desa ( FORMADES) dan yayasan Meong Sempur Saigel, bertempat di Warung Awi, Desa Bongas , Kecamatan Cililin , Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada hari Sabtu dan Minggu , 23 – 24 Agustus 2025, diikuti oleh Perguruan pencak silat diwilayah Kabupaten Bandung Barat dan daerah lainnya.

Adapun Rembuk Desa nasional ini diikuti oleh Kementrian Kebudayaan, Kementrian Desa, Bupati Bandung Barat dan jajaran dinas terkait, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB, Dinas Koperasi dan UMKM KBB, Dinas Pendidikan KBB, Unsur Pengurus DPP Formades, Unsur Pengurus FBN-RI, Unsur Pengurus DPD dan DPC Formades, Unsur Kepala Desa, Camat, Kapolres/Kapolsek ,Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Tokoh Budayawan, Perwakilan Aktivis dan Lembaga Swadaya Masyarakat dengan melaksanakan diskusi Interaktif mengenai peran budaya Kearifan Lokal dalam pembangunan desa dan kelestarian tradisi.

Dalam hal ini pihak penyelenggara, yaitu ketua Meong Sempur Seigel Agus Dadang Hermawan, SE. dan ketua/ Pembina Formades ( Forum Membangun Desa) Ir. Apung Hadiat Purwoko M.Si. menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud nyata kepedulian dalam melestarikan budaya lokal dan memperkuat nilai nilai tradisional ditengah masyarakat, khususnya ditingkat desa.

Ketua Forum Bela Negara ( FBN- RI) DPW. Jawa Barat Drs. H.Darmawan, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan
” Digitalisasi yang sedang kita alami sekarang ini, selain berdampak positif, banyak manfaatnya, tetapi tidak sedikit juga dampak negatifnya, banyak bahaya yang terkandung didalamnya, seperti banyak sekali berita berita Hoax yang ada di media sosial akibat perkembangan teknologi Artificial Intelligence ( AI )

Kami harap masyarakat, khususnya para pendekar Pencak Silat diseluruh Indonesia, khususnya di KBB ini turut mensosialisasikan tentang efek negatif daripada digitalisasi, dari teknologi AI ini
Kita banyak termakan oleh berita berita yang tidak baik dan tidak benar.

Saat ini bangsa Indonesia sedang banyak diserang oleh berita berita Hoax untuk memecah belah

Kami harap dgn hadir nya kami FBN- RI, dan teman teman semua ,baik dari instansi pemerintah, maupun masyarakat, khususnya para pendekar, menjadi garda terdepan untuk mengantisipasi terjadinya bergejolak khususnya di jabar, lebih khususnya khususnya lagi di Kabupaten Bandung Barat.

Kami Percaya bahwa dgn spirit budaya tradisional budaya pencak silat , kita akan bisa menahan segala gempuran atau dampak sebagai akibat dari perkembangan teknologi didunia

Kami juga sampaikan pengargaan yang setingi tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam acara ini

Smoga acara ini bisa kita kembangkan terus , menjadi agenda tetap bekerja sama dgn FBN- RI Jawa Barat.

Smoga hasil dari kejuaraan Pencak Silat ini akan smakin mengharumkan nama baik KBB dan
sudah seyogyanya dari pihak pemerintah daerah KBB, bapak bupati, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan juga dinas dinas terkait lainnya , ada UMKM juga , kita bisa kembangkan , berkolaburasi bersama sama untuk membangun KBB menjadi jauh lebih baik lagi.

Potensi Kabuoaten Bandung Barat sangat besar
Potensi pembangunan saat ini kita lihat secara fisik memang lebih ke arah utara , tetapi saya kira kita harus memetakan, potensi potensi pembangunan yg ada di KBB Bagian selatan
Banyak potensi alam yang bisa digali, potensi pertanian dan lain sebagainya , dan itu merupakan bagian daripada program Ketahanan Nasional, baik ketahanan energi, ketahanan pangan, dan lain sebagainya” ungkap Darmawan.

Kementrian Desa mengingatkan kepada para kepala desa dan jajarannya
Bahwa, kami ingin mendorong agar desa dapat berkembang dengan potensi di wilayah masing masing, kebijakan bukan berasal dari pusat.

Potensi lokal harus dikembangkan sejadi jadinya ,
Ketika berprestasi bukan hanya pemerintah pusat, bahkan dari luar negri pun akan melirik desa kita.

Desa harus Inklusif, yaitu
Desa harus meningkatkan keterlibatan masyarakat tanpa terkecuali, baik itu perempuan, kepala keluarga, kelompok disabilitas dan keluarga disabilitas, bahkan anak anak ( karang taruna ) , dan sebagainya

Jadi Kita bisa membangun desa dari kebutuhan mereka

Kepala desa mulai melakukan pendataan terkait kebudayaan, tradisi adat, bangunan adat dan sebagainya
Bentuk forum forum kecil ditingkat desa .
Bentuk Formades ditiap desa. Dampingi desa desa dalam melaksanakan pembangunannya

Masyarakat desa mendapatkan manfaat dan berperan aktif dalam pembangunan desa “,  (Lies K.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *