UPNVJ Sampaikan Enam Sikap soal Situasi Sosial-Politik

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyampaikan enam sikap resmi terkait dinamika sosial dan politik yang berkembang belakangan ini. Sebagai Kampus Bela Negara, UPNVJ menegaskan keprihatinan atas kondisi bangsa yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat.

Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, mengatakan kampus memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk bersuara. “Kami memandang perlunya langkah nyata dari semua pihak agar situasi bangsa tetap kondusif. Aspirasi rakyat adalah hak konstitusional yang harus dijamin, namun disampaikan dengan cara damai dan bermartabat,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/9).

Anter menambahkan, pemulihan kepercayaan publik hanya bisa dilakukan bila hukum ditegakkan dengan adil serta kebijakan negara benar-benar berpihak kepada rakyat. “Membela negara bukan berarti tunduk pada kekuasaan. Membela negara berarti menjaga agar demokrasi tetap hidup dan kedaulatan rakyat tidak dilucuti,” ucapnya.

Sejalan dengan pernyataan rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Ria Maria Theresa, menekankan pentingnya empati dalam setiap kebijakan negara. Ia juga mengingatkan agar aparat keamanan lebih mengedepankan pendekatan persuasif daripada represif. “Aparat harus hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan sumber ketakutan. Pendekatan represif hanya akan memperlebar jarak antara rakyat dan negara,” kata Ria.

Ria kemudian menambahkan bahwa kebijakan publik tidak boleh lahir di ruang hampa. “Ia harus berpijak pada realitas sosial dan kebutuhan rakyat, bukan sekadar angka atau kepentingan elit. Hanya dengan begitu kita bisa menjaga persatuan dan mencegah perpecahan,” ujarnya.

Dalam pernyataan resmi, UPNVJ menggarisbawahi enam poin sikap utama:

  1. Mengimbau masyarakat tetap tenang, menahan diri, dan menjaga persaudaraan.
  2. Menolak segala bentuk anarkisme, provokasi, penjarahan, perusakan, dan kekerasan.
  3. Menegaskan dukungan terhadap penegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa diskriminasi.
  4. Mendorong pemerintah dan DPR merumuskan kebijakan yang empati dan berpihak pada rakyat.
  5. Mengajak sivitas akademika dan masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai, terhormat, dan konstruktif.
  6. Menegaskan komitmen UPNVJ sebagai kampus Bela Negara untuk berkontribusi menjaga persatuan, keutuhan, dan kedaulatan bangsa.

Sementara dari kalangan mahasiswa, Koordinator Umum UPNVJ Bergerak, Muhammad Raul Zikra, menegaskan generasi muda akan terus hadir di ruang publik membawa suara rakyat. “Kami hadir bukan untuk makar, tetapi untuk mengingatkan negara agar kembali ke jalan demokrasi. Suara mahasiswa adalah suara moral bangsa, dan kami ingin memastikan kedaulatan tetap berada di tangan rakyat,” ujarnya.

Raul menambahkan, kampus harus tetap menjadi benteng terakhir ketika negara tergelincir dari cita-cita keadilan sosial. “Kami ingin memastikan demokrasi tetap hidup, bukan hanya di ruang sidang, tetapi juga dalam kehidupan nyata masyarakat,” tuturnya. *

 


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *