SINARPAGINEWS.COM, GURUT – Umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, hari ini memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Peringatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk merenungkan kembali ajaran dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Di Kota Garut, advokat sekaligus pemerhati kebijakan publik, Dadan Nugraha, menyampaikan pandangannya mengenai makna Maulid Nabi. Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan panggilan nurani untuk memperbaiki akhlak dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Di tengah derasnya arus pragmatisme dan krisis moral, keteladanan Nabi Muhammad SAW adalah lentera yang tak pernah padam,” ujarnya.
Dari Peringatan Menuju Perubahan
Dadan menegaskan, sejarah menunjukkan Rasulullah SAW lahir di tengah masyarakat yang diliputi ketidakadilan, penindasan, dan kebodohan. Namun dengan akhlaknya yang mulia, beliau mampu mengubah wajah peradaban.
Karena itu, Maulid Nabi kali ini harus menjadi titik balik perubahan, khususnya dalam kehidupan berbangsa. Ia menyebut ada tiga hal utama yang perlu ditegakkan:
Empati di tengah polarisasi sosial
Kejujuran di tengah kepentingan yang menyesatkan
Keadilan di tengah ketimpangan kebijakan
Pesan Kebijakan dari Nilai Kenabian
Sebagai pemerhati kebijakan publik, Dadan menilai nilai-nilai kenabian sangat relevan diterapkan dalam tata kelola negara.
“Keteladanan Nabi dalam musyawarah, kepedulian pada kaum lemah, serta keberpihakan pada kebenaran, seharusnya menjadi fondasi hukum dan kebijakan publik,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai pengingat akan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada rakyat.
Ajakan untuk Bangsa
Menutup pesannya, Dadan mengajak masyarakat untuk benar-benar menghidupkan nilai-nilai Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita bangun negeri ini dengan cinta, akhlak, dan keberanian moral. Perubahan besar selalu dimulai dari hati yang bersih dan niat yang tulus,” pungkasnya.
“Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H”.
Semoga cahaya beliau senantiasa menerangi langkah bangsa menuju persatuan, keadilan, dan kemuliaan.
(spn/nandy)






