SINARPAGINEWS.COM, GARUT , – “Pembubaran Korwil Pendidikan oleh Bupati Garut adalah tamparan telak bagi Dinas Pendidikan yang selama ini bermain aman di balik jabatan dan anggaran. Mari bicara apa adanya: Korwil bukan sekadar kantor koordinasi, tapi sudah lama menjadi sarang basah untuk bancakan APBD, mark up proyek, dan pungli yang menjerat sekolah-sekolah. Uang rakyat miliaran rupiah menguap setiap tahun, sementara guru tetap kekurangan fasilitas dan anak-anak di pelosok tetap belajar dalam kondisi memprihatinkan. Inilah wajah busuk birokrasi pendidikan Garut!
Dinas Pendidikan tidak bisa lagi bersembunyi di balik dalih pelayanan pelosok. Itu omong kosong! Selama Korwil ada, pelayanan tetap kacau, distribusi bantuan tetap timpang, dan sekolah tetap menjerit. Mereka hanya takut kehilangan pundi-pundi gelap yang selama ini disamarkan lewat jabatan Korwil. Jika mereka benar-benar peduli pendidikan, kenapa baru ribut ketika pintu permainan ini ditutup?
Kami, Komite Rakyat Anti Korupsi, menegaskan: ini bukan sekadar pembubaran jabatan, ini momen pembongkaran skandal! Bupati harus bergerak lebih jauh—buka semua laporan keuangan Korwil, audit anggaran tahun demi tahun, dan seret setiap pejabat Dinas Pendidikan yang terlibat, dari level kepala bidang sampai pejabat teras. Jangan ada lagi kompromi, jangan ada negosiasi.
Garut butuh reformasi pendidikan yang bersih total. Jika Bupati berani, jadikan ini gerakan pemutihan: cabut akar mafia anggaran, bongkar jaringan pungli, dan seret para pelindungnya ke meja hukum. Kami rakyat Garut siap berdiri di depan, mendukung langkah bersih-bersih ini, dan akan terus menekan agar Dinas Pendidikan dibongkar sampai ke akar-akarnya!” (Nandy)






