SINARPAGINEWS.COM, TEGAL – Dalam rangka mempersiapkan generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan Pancasila, Universitas Pancasakti Tegal (UPS) menggelar acara Sosialisasi 4 Pilar dengan menghadirkan Ahmad Muzani, S.Sos selaku ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) di Auditorium Daryoen senoatmojo, Kampus 1 Jalan halmahera Km.1 Tegal Pada Senin, 29 September 2025.
Hadir dalam acara ini Bupati dan wakil Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman SH dan Ahmad Kholid, Perwakilan Pemda Kota Tegal, Pemda Kabupaten Brebes dan Pemda Kabupaten Pemalang. serta tamu undangan.
Kegiatan 4 pilar ini meliputi: Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR RI, NKRI sebagai bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Acara kuliah umum mengambil tema” Mewujudkan generasi unggul Indonesia Emas 2045 melalui Pancasila dan Penguatan kebangsaan di era Digital”.
Prof. Dr Taufiqulloh MHum, Rektor UPS Tegal menyampaikan UPS dahulu nama perguruan tingginya bernama Universitas Pancasila Tegal, kemudian tahun 1985 berubah nama menjadi Universitas Pancasakti Tegal.
“Tentunya ini adalah sebagai PTS benteng pancasila di wilayah pantura barat”. Ucapnya.
Selanjutnya Ia menjelaskan bahwa kegiatan siang hari ini sangat sesuai sekali, karena kami memang selama ini lebih memproritaskan berbagai macam kegiatan yang memang terkait dengan penguatan nilai-nilai pancasila.
Bahkan di salah satu fakultas itu ada tes tentang kepancasilaan bagi mahasiswa yang mau lulus tes beasiswa KIP, dan salah satu pengujinya yaitu Doktor Imawan Sugiarto sebagai ketua yayasan pendidikan Pancasakti.
“Ini sebagai penguji kepancasilaan, jadi sebelum mahasiswa lulus ini harus dites pemahaman tentang pancasila dulu”. ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Muzani S.Sos, selaku Ketua MPR RI menjelaskan bahwa universitas ini menjadi Benteng Pancasila tidak salah kenapa Tegal pernah menjadi pernah terjadi peristiwa penting dalam sejarah Tegal.
“Awal kemerdekaan Republik Indonesia ujian Republik Indonesia salah satunya diuji di Tegal 17 Agustus 1945”. ucapnya.
Kita merdeka bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan bahwa kita menjadi bangsa yang mandiri bangsa yang merdeka, bulan Oktober sampai dengan bulan Desember terjadi peristiwa tiga daerah Brebes Tegal dan Pemalang peristiwa inilah yang menjadi Ujian pertama Republik Indonesia.
Gerakan ini ditahan oleh para ulama di Tegal.
Menurutnya, peristiwa inilah yang menjadi Ujian pertama Pancasila dan menjadi Ujian pertama persatuan kita. Peristiwa tiga daerah peristiwa diproklamirkannya Negara Republik Indonesia, Uni Soviet, Negara Republik Indonesia sosialis Indonesia.
Uni Soviet pernah bicara oleh angkatan Pemuda Amri angkatan muda Republik Indonesia yang berhaluan kiri apa itu Amri angkatan muda yang berhaluan kiri yang memberontak tahun 1926-1927.
Kemudian saat zaman Belanda itulah sisa-sisa orang komunis yang kemudian menyebarkan komunis rata-rata di pelabuhan- pelabuhan.
Para buruh kereta api menculik tokoh-tokoh terutama Bupati Camat Lurah pamong praja semuanya diculik yang menjadi korban penculikan itu adalah Camat Lebaksiu Camat Adiwerna Camat Talang Lurah Pangkah Lurah Cerih.
Dan caranya kejam sekali ada yang diculik ada yang dibakar rumahnya ada yang dikarungin ada yang diinjak-injak ada yang dijatuhkan dari atas ke bawah. di bawahnya banyak cocok bambu dan seterusnya.
Tapi kemudian gerakan ini ditahan oleh para ulama di Tegal gerakan ini kemudian ditahan oleh para Kyai di Tegal gerakan ini kemudian ditahan dan dilawan oleh para santri di Tegal” itulah sejarah Tegal, peristiwa tiga daerah tahun 1946″. terang Ahmad Muzani dengan penuh semangat.
Kemudian Bung Karno turun ke lapangan PJKA di kota Tegal untuk menenangkan bahwa Republik Indonesia telah menguasai kembali tiga daerah ini yakni Brebes Tegal dan Pemalang. Peristiwa kutil untuk sekali Untuk yang kesekian kali putus ditahan dilepas ditahan dilepas.
Bahkan dia pernah ditahan di Digul tapi kembali lagi dan akhirnya ditahan dan dihukum mati di Pekalongan, di pinggir laut dan selesai. Itulah yang menandai bahwa peristiwa tiga daerah telah selesai.
Kegiatan yang dihadiri ratusan civitas akademika UPS Tegal, perwakilan pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus kesadaran akan pentingnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi kokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045 melalui Pancasila dan Penguatan Kebangsaan di Era Digital”, para narasumber dari MPR RI menyampaikan secara komprehensif esensi Empat Pilar Kebangsaan, yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI.(Hid/hms)





