SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi mulai menggeber optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejak awal tahun 2026 dengan membuka layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) per 1 Januari, meski proses pencetakan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) masih berlangsung.
Kebijakan ini diambil agar penerimaan daerah tidak tertunda sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sejak awal tahun.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Galih Marelia Anggraeni, menegaskan pelayanan pembayaran pajak tetap berjalan sambil menunggu distribusi SPPT ke seluruh wilayah.
“Pembayaran PBB-P2 sudah bisa dilakukan sejak 1 Januari 2026. Sementara SPPT yang telah selesai dicetak akan segera didistribusikan ke kelurahan,” ujarnya, Rabu 11 Februari 2026.
Menurut Galih, penyerahan SPPT akan diawali dengan kick off simbolis sebelum didistribusikan secara menyeluruh ke kelurahan. Langkah ini diharapkan mempercepat penerimaan dokumen oleh wajib pajak sehingga tidak menunda pembayaran.
Upaya percepatan tersebut menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Sukabumi untuk meningkatkan penerimaan PAD tahun ini. Sektor pajak daerah, termasuk PBB-P2, diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah.
Untuk mengejar target tersebut, Pemkot Sukabumi menyiapkan strategi khusus melalui pembentukan tim optimalisasi pajak yang melibatkan pejabat eselon II.
“Pak Wali ingin seluruh jenis pajak mengalami kenaikan signifikan. Kami telah menyiapkan strategi melalui pembentukan Tim 12 dan Tim 10 agar seluruh potensi pajak dapat dioptimalkan,” tegasnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap kepatuhan wajib pajak semakin meningkat sehingga penerimaan daerah dapat tumbuh lebih kuat.
Peningkatan PAD dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah.
“Kami berharap upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil signifikan bagi pembangunan Kota Sukabumi,” pungkas Galih. (Red)





