SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Kepedulian terhadap kaum lanjut usia kembali digaungkan dalam kegiatan komunikasi dan pemberdayaan lansia yang digelar oleh komunitas Srikandi TP Sriwijaya.
Acara di Prima Resort Cisarua Bogor pada Selasa dan Rabu 19 – 20 Mei 2026 menghadirkan berbagai tokoh perempuan, aktivis sosial, hingga pemerhati lansia yang mendorong lahirnya kebijakan nyata demi kesejahteraan para lansia di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Ketua Pembina Forum Komunikasi Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu (FKP3B), dra. Mawardi Anwar Duramin, menegaskan pentingnya Gerakan Sayangi Lansia sebagai bentuk penghormatan terhadap generasi tua yang dinilai sebagai aset bangsa sekaligus cerminan peradaban suatu negara.
Menurutnya, perhatian kepada lansia tidak cukup hanya sebatas wacana maupun kebijakan administratif semata. Ia berharap pemerintah menghadirkan langkah konkret yang benar-benar dirasakan oleh para lansia di berbagai sektor kehidupan.
“Kami sangat mendukung Gerakan Sayangi Lansia seperti yang disampaikan Ketua Panitia R.A. Aisyah. Lansia adalah aset bangsa yang harus dihormati dan disayangi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah selama ini memang telah melahirkan banyak kebijakan terkait lansia. Namun demikian, diperlukan tindakan nyata atau political action agar kebijakan tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak ingin kebijakan hanya menjadi political will semata. Harus ada political action yang nyata untuk seluruh sektor riil,” tegas Mawardi.
Sementara itu, Ketua Dahlia Senja, Ratna Hapsari, menyoroti pentingnya pemenuhan hak-hak lansia melalui program pemberdayaan berkelanjutan agar tercipta lansia tangguh dan mandiri di tengah masyarakat.
Menurut Ratna, lansia memerlukan perhatian serius, terutama dalam pemenuhan hak sosial, kesehatan, hingga ruang interaksi sosial yang layak di masa tua. Dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Di sisi lain, Gea dari Prodia mengaku bahagia dapat mengikuti kegiatan komunikasi lansia tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu menghadirkan semangat baru bagi para lansia agar tetap aktif dan produktif.
“Saya ingin komunitas Srikandi TP Sriwijaya menjadi tempat belajar bersama untuk menjadi lansia yang produktif, bahagia, dan tetap bersosialisasi,” katanya.
Dukungan juga datang dari Dr. Prihatin Kusdini yang dikenal sebagai advokat pendamping lansia. Ia menilai kehadiran wadah komunitas lansia sangat penting untuk membantu para lansia yang menghadapi persoalan hukum maupun sosial.
Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan serius yang masih dihadapi kaum lansia, di antaranya lansia rentan yang hidup sebatang kara tanpa keluarga, hingga persoalan pengampuan harta dan hak waris.
Ia mencontohkan adanya kasus lansia lumpuh yang hidup sendiri tanpa pendamping hingga meninggal dunia saat terjadi banjir. Selain itu, masih banyak persoalan terkait pengelolaan gaji, harta bersama, hingga pembagian warisan yang membutuhkan pendampingan hukum.
Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya, Nyimas Aliah SE., S.Sos., M.Ikom., menegaskan bahwa seluruh masyarakat harus memandang lansia sebagai orang tua yang wajib dihormati, dibantu, dan diprioritaskan dalam kehidupan sosial.
Ia mengapresiasi program keluarga lansia yang selama ini dijalankan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN, termasuk program pembangunan keluarga yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Nyimas Aliah menambahkan, menurutnya perhatian terhadap lansia harus diwujudkan dalam bentuk perlindungan hak di berbagai bidang, termasuk kebijakan perpajakan, fasilitas umum ramah lansia, serta kemudahan akses pelayanan publik.
“Lansia perlu mendapatkan perhatian khusus karena banyak di antara mereka tetap mandiri dan beraktivitas sendiri. Negara harus hadir melalui kebijakan yang melindungi hak-hak lansia,” ujarnya.
Ia juga mendukung usulan Ketua Harian R.A. Aisyah SE. MM. terkait perlunya perlindungan hak lansia secara menyeluruh melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Bappenas dan BKKBN.
Nyimas Aliah menyebut pihaknya akan segera menyampaikan surat resmi kepada Deputi BKKBN terkait usulan pengembangan program lansia, termasuk menjadikan Sekolah Lansia Ratu Sinuhun sebagai model pemberdayaan lansia nasional.
“Kami berharap Sekolah Lansia Ratu Sinuhun bisa menjadi perhatian dan model pengembangan keluarga lansia dari BKKBN,” katanya.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan apresiasi sosial, mulai dari penghargaan untuk pemuda peduli lansia, penampilan angklung Dahlia Senja, pertunjukan angklung Sekolah Lansia Ratu Sinuhun, hingga pengumuman pemenang tari Dingdong. ***(Guffe).






