SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia meminta investor memperkuat strategi diversifikasi portofolio di tengah pasar keuangan yang masih dibayangi ketidakpastian global dan tantangan ekonomi domestik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko sekaligus menjaga peluang memperoleh imbal hasil dalam jangka panjang.
Pesan itu disampaikan dalam Media Day Mirae Asset bertajuk Fear vs Fundamentals: Where Is Indonesia Really Headed? di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin, 30 Juni 2026. Acara tersebut menghadirkan Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto, Senior Research Analyst Andreas Kristo Saragih, Head of Fund Services Francisca Gerungan, serta Wholesale Distribution Manager PT Syailendra Capital Vania Yoshe Apriliza.
Head of Fund Services PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Francisca Gerungan mengatakan investor perlu mengubah cara pandang dalam berinvestasi. Menurut dia, mengejar keuntungan dari satu instrumen saja justru dapat meningkatkan risiko ketika pasar bergerak tidak sesuai harapan.
“Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Diversifikasi membantu investor mengelola risiko sekaligus tetap menangkap peluang investasi di berbagai kondisi pasar,” ujar Francisca.
Ia menjelaskan, portofolio investasi ideal disusun berdasarkan tujuan keuangan. Investor dapat membagi aset ke dalam instrumen yang berfungsi sebagai dana darurat, sumber pendapatan, dan aset pertumbuhan. Reksa dana pasar uang dinilai sesuai untuk kebutuhan likuiditas, reksa dana pendapatan tetap untuk memperoleh pendapatan yang lebih stabil, sedangkan reksa dana saham ditujukan bagi investor yang mengejar pertumbuhan nilai investasi.
Francisca juga memperkenalkan strategi core-satellite, yakni menempatkan sebagian besar dana pada instrumen yang relatif stabil sebagai portofolio inti (core), kemudian melengkapinya dengan investasi bertema atau sektoral (satellite) yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Selain melakukan diversifikasi, investor juga disarankan melakukan rebalancing portofolio secara berkala, setidaknya setiap enam bulan atau ketika kondisi pasar berubah signifikan.
“Portofolio harus terus dievaluasi. Ketika target keuntungan sudah tercapai, investor bisa melakukan rebalancing agar komposisi investasi tetap seimbang dan sesuai dengan profil risikonya,” kata Francisca.

Untuk mendukung strategi tersebut, Mirae Asset mengganti nama platform reksa dananya dari NAVI menjadi M-FUND by Mirae Asset. Perubahan itu merupakan bagian dari penguatan layanan wealth management yang menawarkan berbagai pilihan reksa dana, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, hingga indeks.
Platform M-FUND juga dilengkapi fitur auto invest, bebas biaya transaksi, pembayaran melalui virtual account, serta layanan digital selama 24 jam untuk memudahkan investor berinvestasi secara rutin.
Dalam kesempatan yang sama, Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan pasar keuangan global mulai menunjukkan perbaikan setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda. Meski demikian, investor masih perlu mewaspadai potensi kenaikan suku bunga The Fed serta berbagai tantangan domestik yang dapat memengaruhi pergerakan pasar.
“Meredanya risiko geopolitik memang memberikan sentimen positif. Namun, kondisi moneter global masih ketat sehingga volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi. Investor perlu tetap berfokus pada fundamental dan lebih selektif dalam menentukan strategi investasinya,” ujar Rully.
Sementara itu, Senior Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Kristo Saragih menilai sektor poultry menjadi salah satu sektor yang menarik dicermati. Menurut dia, konsumsi daging ayam di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga sehingga ruang pertumbuhannya masih besar.
Didukung peningkatan konsumsi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan kuota impor grand parent stock (GPS), serta implementasi program culling, industri poultry dinilai berpeluang mencatatkan peningkatan profitabilitas.
“Kami melihat sektor poultry memasuki fase yang lebih menarik dibandingkan beberapa tahun terakhir. Dengan pasokan yang lebih terkendali dan permintaan yang terus bertumbuh, sektor ini memiliki prospek investasi yang positif,” kata Andreas.
Pada kesempatan yang sama, Wholesale Distribution Manager PT Syailendra Capital Vania Yoshe Apriliza memperkenalkan Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF) yang kini tersedia di M-FUND. Reksa dana syariah berbasis sukuk negara dan sukuk korporasi tersebut ditujukan bagi investor dengan profil risiko moderat hingga konservatif yang ingin melengkapi portofolio investasinya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Head of Marketing Division PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Leo Wirendra.**






