SINARPAGINEWS.COM BANDUNG – D’Lempar Pisau Indonesia (D’Lempis) sukses menggelar Black Tee Bearer Reunion 2026 selama dua hari, 18–19 Juli 2026, di Tanah Legenda SOR HOKI, Jalan Cikutra, Kota Bandung. Kegiatan mengusung tema “Unity in Diversity” sebagai simbol persatuan komunitas lempar pisau dan kapak di Indonesia.
Reuni tahunan tersebut diikuti anggota Black Tee Bearer, calon anggota, perwakilan chapter dari berbagai daerah, serta tamu undangan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan juga diisi dengan kompetisi lempar pisau dan kapak.
Kategori yang dipertandingkan meliputi beregu putra dan putri Pisau Teknik Full Spin, Kapak Full Spin, serta Pisau Instinctive Campuran.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pelantikan simbolis koordinator chapter, pelantikan anggota Black Tee Bearer, pertandingan, penyerahan hadiah kepada para juara, hingga penutupan.
Hadir dalam kegiatan tersebut para Founding Father D’Lempis, yakni Ellen Ramlan, Anta Widjaya, dan Goy Gautama. Turut hadir Ketua PORLEMPIKA Indonesia Ramadhin Wahono, Ketua PORLEMPIKA Jawa Barat Asep Tedi Respati, Ketua Harian Lempiknas Bandung R.A. Zein Wargadibrata (Denny), para koordinator chapter, peserta, serta tamu undangan.
Ketua D’Lempis sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Taufik Wijaya, yang akrab dipanggil Opik mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan bagi seluruh pemilik kaos hitam (Black Tee Bearer) D’Lempis dari berbagai daerah.
Menurutnya, tema “Unity in Diversity” mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman. Tahun ini, pertandingan juga menghadirkan format yang berbeda, yakni nomor beregu putra-putri untuk pisau dan kapak Full Spin, serta kelas Instinctive Campuran.
Ia menilai momentum tersebut menjadi sejarah karena organisasi PORLEMPIKA dan Lempiknas dapat mengikuti pertandingan dalam satu arena dengan semangat yang sama.
“Olahraga itu mempersatukan, bukan memisahkan. Berbeda, Bersatu, Berjaya,” ujar Opik.
Opik juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada sponsor diantaranya, Mahagastya, Id Project, para donatur, serta panitia yang telah mendukung dan mensukseskan kegiatan ini.

Sementara itu, salah satu pendiri D’Lempis, Ellen Ramlan, menjelaskan bahwa Black Tee Bearer merupakan identitas resmi anggota D’Lempis yang telah melalui proses pembinaan sebelum dilantik.
Menurutnya, untuk memperoleh kaos hitam tersebut seseorang harus menjalani proses pembelajaran dan latihan selama sekitar enam bulan hingga satu tahun.
Ellen mengatakan, reuni ini menjadi momentum berkumpulnya anggota Black Tee Bearer dari berbagai daerah untuk mempererat persaudaraan sekaligus memajukan olahraga lempar pisau dan kapak.
Ia menegaskan, keanggotaan D’Lempis terbuka bagi siapa saja yang sehat jasmani dan rohani serta tidak terlibat dalam paham radikalisme maupun organisasi yang dilarang pemerintah.
Ellen juga menyebut SOR HOKI sebagai “Tanah Legenda” karena sejak 2012 menjadi pusat kegiatan lempar pisau dan kapak yang telah dikunjungi pegiat olahraga tersebut dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, seperti Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat.
Menurutnya, sinergi antara D’Lempis, PORLEMPIKA, dan Lempiknas dalam satu kegiatan menjadi langkah positif bagi perkembangan olahraga lempar pisau dan kapak di Indonesia.
“Ini menjadi momentum yang baik. D’Lempis, PORLEMPIKA, dan Lempiknas hadir dalam satu semangat yang sama, bahwa olahraga adalah sarana untuk mempersatukan,” pungkas Ellen Ramlan.






