SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Agnes Aditya Rahajeng resmi terpilih sebagai Puteri Indonesia 2026 dalam malam grand final yang digelar pada Jumat malam, 24 April 2026. Wakil Banten itu meraih Mahkota Borobudur Merah dan akan mewakili Indonesia di ajang Miss Supranational 2026.
Pengumuman pemenang berlangsung dalam suasana tegang di babak dua besar. Agnes berhadapan dengan finalis asal Bali, Victoria Titisari Kosasieputri. Setelah beberapa saat menanti, dewan juri menetapkan Agnes sebagai pemenang. Tangis haru pecah saat mahkota disematkan oleh Puteri Indonesia 2025, Firsta Yuvi Amanda Putri.
Jawaban Dilema Jadi Penentu
Di babak empat besar, Agnes mencuri perhatian lewat jawaban atas pertanyaan dilema yang diajukan Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani. Ia diminta memilih antara melanjutkan studi ke luar negeri dengan beasiswa atau mendampingi ibunya yang sedang sakit.
Agnes memilih mendampingi ibunya. Ia menilai kesempatan pendidikan masih dapat diraih di kemudian hari, sementara waktu bersama orang tua tidak tergantikan. Jawaban tersebut mendapat respons positif dari dewan juri dan penonton.
Pada malam final, Agnes tampil dengan gaun merah yang terinspirasi dari kristal langka, melambangkan kekuatan dan perjalanan hidup. Penampilannya menjadi salah satu sorotan sepanjang kompetisi.
Hasil akhir Pemilihan Puteri Indonesia 2026:
- Puteri Indonesia 2026: Banten — Agnes Aditya Rahajeng
- Puteri Indonesia Lingkungan 2026 (Runner-up 1): Bali — Victoria Titisari Kosasieputri
- Puteri Indonesia Pariwisata 2026 (Runner-up 2): DKI Jakarta 3 — Karina Moudy Widodo
- Puteri Indonesia Pendidikan 2026 (Runner-up 3): DKI Jakarta 2 — Gisela Bellezia Alma Tessalonica
- Puteri Indonesia Kebudayaan 2026: Kalimantan Utara — Nilam Onasis Sahputri
- Puteri Indonesia Teknologi dan Inovasi 2026: Papua — Glorya Stevany Yame Nayoan
Pemilihan Puteri Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan ke-29 dengan mengusung tema “Dari Indonesia untuk Dunia”, yang menekankan pemberdayaan perempuan serta peran generasi muda dalam inovasi dan keberlanjutan.
Advokasi dan Latar Belakang Agnes
Agnes, 25 tahun, lahir di Amerika Serikat pada 13 Januari 2000 dan merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan. Ia aktif sebagai kreator konten sekaligus pegiat isu sosial.
Dalam ajang ini, ia membawa advokasi bertajuk “Rahajeng Closet: From Excess to Empowerment”, yang berfokus pada pengurangan konsumsi fesyen berlebih melalui penjualan kembali pakaian layak pakai dan donasi. Hasilnya digunakan untuk mendukung pendidikan serta pemberdayaan perempuan.(**)
“Saya percaya cerita memiliki kekuatan untuk menggerakkan empati dan aksi nyata di masyarakat,” kata Agnes melalui akun media sosial resmi Puteri Indonesia.(**)






