Alfamart Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi Gizi di Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Sehari

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL – Momentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk membantu intervensi gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga akan pentingnya pola hidup sehat.

Program yang telah memasuki tahun keempat tersebut menargetkan 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan.

Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional, Alfamart melengkapi program pencegahan stunting melalui kegiatan edukasi gizi dan pola asuh yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026, di Desa Kaladawa, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini diikuti oleh 35 anak beserta orang tua penerima manfaat sebagai upaya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya konsumsi protein hewani, serta penerapan pola asuh yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mencegah stunting sejak dini.

Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli dimanfaatkan Alfamart untuk menghadirkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan atau ahli gizi kepada para orang tua penerima manfaat Program Satu Telur Sehari.

Salah satunya digelar di Kabupaten Tegal, sebanyak 35 anak penerima manfaat bersama orang tuanya mengikuti edukasi gizi di balai pertemuan Warga Balaidesa Kaladawa kab tegal, Selasa (21/7/2026).

Dalam sesi edukasi tersebut, Ahli Gizi Puskesmas Kaladawa, Ita, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, lingkungan yang kurang sehat, pola asuh yang belum optimal, hingga terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan.

Pencegahannya dimulai dari pemenuhan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Protein hewani memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Salah satu sumber protein yang mudah diperoleh dan terjangkau adalah telur. Kandungan protein berkualitas tinggi, vitamin, dan mineral di dalam telur membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga baik dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari menu bergizi seimbang.

Selain gizi, pola asuh orang tua juga menjadi faktor penting dalam mencegah stunting. Orang tua dianjurkan membiasakan jadwal makan yang teratur, mendampingi anak saat makan, menyajikan menu yang bervariasi, menjaga kebersihan, melengkapi imunisasi, serta rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu.

Menu berbahan dasar telur dapat diolah menjadi berbagai hidangan bergizi seperti telur dadar sayur, omelet, telur kukus, orak-arik telur dengan sayuran, semur telur, hingga sandwich telur. Dengan pemenuhan gizi yang baik dan pola asuh yang tepat, setiap keluarga dapat berperan mewujudkan anak yang sehat, cerdas, tumbuh optimal, dan bebas stunting “Jelasnya”

Jangkauan Program Terus Bertambah dari Tahun ke Tahun

Program Satu Telur Sehari Alfamart menyasar anak usia 1 hingga 3 tahun yang terdata terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah.

Selama enam bulan pelaksanaan yang dimulai sejak Mei 2026, setiap anak menerima bantuan satu butir telur setiap hari. Penyaluran dilakukan secara periodik melalui Dinas Kesehatan maupun kader Posyandu setempat sehingga pendampingan terhadap penerima manfaat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Perjalanan program tersebut juga menunjukkan peningkatan dampak dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart mendistribusikan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota.

Program kemudian berlanjut pada 2024 dengan penyaluran 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota. Setahun berikutnya, jangkauan diperluas menjadi 25 kabupaten/kota melalui distribusi 189.000 butir telur kepada 1.000 anak.

Sementara pada 2026, program mencapai pelaksanaan terbesar sejak pertama kali dijalankan, dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

“Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia,” ujar Rani.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya telur yang disalurkan atau luasnya wilayah yang dijangkau, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil monitoring internal tahun 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator perbaikan status gizi. Capaian tersebut menjadi dasar Alfamart untuk terus memperkuat kualitas program melalui pendampingan dan edukasi kepada orang tua.

“Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan pemberdayaan. Harapannya, Program Satu Telur Sehari membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga dan berkontribusi pada upaya nasional menekan angka stunting,” tutup Rani.(Hid/bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *