SINARPAGINEWS.COM KOTA SUKABUMI – Seiring dengan target Wali Kota Sukabumi yang mengharapkan kedepan zero New stunting, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), terus berupaya untuk melakukan pencegahan serta percepatan penurunan stunting, Hal itu dilakukannya agar Prevalensi stunting di Kota Sukabumi nilainya terus alami penurunan.
Tentu untuk mewujudkan semua itu perlu adanyanya dukungan dengan berbagai program kegiatan dari semua unsur, hal itu dikatakan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Bappeda Kota Sukabumi, Nenden Eviyanti.
Nenden menjelaskan, Pemerintah Pusat telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.5.7/1685/Bangda, tanggal 17 Maret 2025, tentang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, yang diterbitkan melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
Surat edaran tersebut, memperkuat pelaksanaan aksi konvergensi melalui pendekatan baru, berbasis transformasi strategi dan digitalisasi lintas sektor.
“Kemendagri, telah merilis petunjuk teknis pencegahan dan percepatan penurunan stunting, sebagai panduan teknis untuk seluruh pemangku kepentingan di tingkat pusat hingga daerah,”jelasnya.
Lanjut Nenden, meskipun saat ini belum ada release angka prevalensi stunting tahun 2024. Namun, untuk Kota Sukabumi menurut berbagi informasi alami penurunan. Informasi tersebut tentunya, menjadi semangat untuk terus berjuang menurunkan angka prevalensi stunting di Kota Sukabumi.
Dimana, target prevalensi stunting masuk kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi tahun 2025-2029.
“Ada lima kab/kota yang belum release angka prevalensi stuntingnya tahun 2024. Salah satunya Kota Sukabumi. Tetapi diharapkan segera turun angka prevalensi stuntingnya,” imbuh Nenden.
Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Kota Sukabumi dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren naik, dimana, tahun 2019 sebesar 15,6%, tahun 2021 sebesar 19,1%, tahun 2022 sebesar 19,2%, dan melonjak pada tahun 2023 menjadi 26,9%.
Meski pada 2024 diperkirakan angka prevalensi stunting di Kota Sukabumi akan menunjukkan angka penurunan, namun tetap menjadi tantangan besar bagi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS),” tutupnya. (Red)






