Bimbingan Teknis Kelembagaan DPK dan DPC APTI Garut Perkuat Peran Penyuluh Pertanian

SINARPAGINEWS.COM, KAB.GARUT  – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Garut baru saja sukses menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan bagi Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) APTI se-Kabupaten Garut.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan dan desa di wilayah tersebut.
Ketua APTI Kabupaten Garut, Tatang Somantri, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran kelembagaan dalam menjalankan program penyuluhan pertanian. “Kami ingin kelembagaan penyuluhan pertanian menjadi lebih kuat dan efektif dalam mendukung pembangunan pertanian di Garut,” ujarnya.

Tatang menambahkan bahwa Bimtek ini adalah bagian dari komitmen APTI untuk terus mendampingi dan memberdayakan petani tembakau di Garut.
Senada dengan Tatang, Ketua DPD APTI Jawa Barat, Sambas, menekankan pentingnya terobosan bagi petani tembakau, khususnya di Kabupaten Garut, untuk kemajuan pertanian. “Petani tembakau Garut punya potensi besar, dan melalui Bimtek ini, kita harapkan mereka mendapatkan inovasi dan dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas,” kata Sambas.

Sementara itu, Enur Saidah dari Dinas Pertanian Bidang Penyuluhan Kelembagaan, fokus pada penertiban data petani dan kelompok tani. “Data yang akurat adalah fondasi penting untuk program penyuluhan yang terarah dan tepat sasaran,” jelas Enur.

Aspek perlindungan hak-hak petani juga menjadi sorotan utama. Dadan Nugraha, S.H., Penasihat Hukum sekaligus Advokat APTI, menegaskan bahwa petani harus terlindungi. “Salah satu wujud perlindungan adalah partisipasi aktif petani dalam perumusan kebijakan pemerintah yang berdampak pada mereka,” ujar Dadan. Ini penting untuk memastikan suara petani didengar dan diakomodasi dalam setiap keputusan.

Peningkatan Kapasitas di Tingkat Kecamatan dan Desa
Menurut Widiana Syafaat, Penasihat Perencanaan Pembangunan, peningkatan kapasitas ini secara khusus menyasar kelembagaan penyuluhan di tingkat kecamatan dan desa, yang merupakan unit terdekat yang berinteraksi langsung dengan petani.

Diharapkan, dengan peningkatan kapasitas ini:
* Kelembagaan penyuluhan pertanian akan semakin kokoh dan efektif dalam mendukung pembangunan pertanian.
* Penyuluhan pertanian dapat berjalan lebih terarah dan mampu menjangkau lebih banyak petani.
* Produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Garut dapat meningkat signifikan.
* Pencapaian tujuan pembangunan pertanian di Kabupaten Garut menjadi semakin optimal.

Peran penting kelembagaan penyuluhan pertanian sebagai wadah proses penyelenggaraan penyuluhan menjadi kunci. Penyuluhan pertanian yang efektif membutuhkan kelembagaan yang kuat dan kolaboratif. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian dan mewujudkan tujuan pembangunan pertanian yang dicita-citakan di Kabupaten Garut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *