SINARPAGINEWS.COM, SEMARANG — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersinergi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dalam kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan melalui edukasi dan literasi untuk menangkal penyebaran paham radikal terorisme. Acara ini digelar di Gedung Rektorat UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pencegahan sejak dini melalui pendekatan literasi dan edukasi di lingkungan perguruan tinggi.
“Ini merupakan upaya pencegahan melalui pendekatan literasi dan edukasi dari hulunya, sehingga diharapkan mahasiswa terus berpegang teguh pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Eddy Hartono.
Ia menambahkan, BNPT terus mendorong pendekatan dialogis yang menghadirkan credible voice atau mantan anggota jaringan terorisme sebagai narasumber, agar pesan yang disampaikan lebih komunikatif dan menyentuh kesadaran mahasiswa.
“Melalui dialog kebangsaan, kami hadirkan credible voice yaitu mantan anggota jaringan terorisme. Dengan begitu, mahasiswa bisa belajar langsung dari pengalaman nyata dan lebih memahami bahaya paparan ideologi kekerasan,” lanjutnya.
Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara kampus dan BNPT. Menurutnya, sinergi ini penting untuk menjaga lingkungan akademik tetap kondusif dan bebas dari paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Kegiatan ini sangat penting dalam rangka menjaga kampus kita dari segala hal yang mengancam eksistensi NKRI,” ujar Prof. Nizar.
Kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan ini diharapkan dapat memperkuat semangat nasionalisme dan memperluas literasi kebangsaan di kalangan mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.***






