SINARPAGINEWS.COM, SABANG, 14 Agustus 2025 – BSI Maslahat melakukan audiensi dengan Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, guna memperkuat koordinasi dan sinergi pelaksanaan Program Desa BSI di Krueng Raya yang ditargetkan menjadi desa wisata baru di Kota Sabang. Pertemuan yang berlangsungdi Ruang Rapat Wali Kota Sabang pada Kamis (7/8) ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Sabang, perwakilan BSI Maslahat, pengurus Koperasi BSI Krueng Raya, kuasa hukum, dan arsitek desa wisata.
Dari pihak BSI Maslahat hadir Yunan, Manajer Empowerment and Sociopreneur Group (ESG)
BSI Maslahat, bersama Mustofa selaku pendamping desa. Sementara dari Pemkot Sabang, Wali
Kota Zulkifli didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi
Umum Sekretaris Daerah Kota Sabang, Sekretaris Kecamatan Sukakarya, serta Kepala
Gampong Krueng Raya.
Audiensi bertujuan untuk menyampaikan progres pelaksanaan program dan menayangkan video
masterplan desa wisata, serta mengidentifikasi kendala lapangan dan mencari solusi bersama.
Hal ini memperkuat komitmen kolaborasi Pemkot Sabang dan BSI Maslahat dalam mendukung
program secara berkelanjutan.
Wali Kota Sabang mengapresiasi kerja sama yang telah berjalan dan berharap BSI Maslahat
terus melakukan pendampingan hingga tujuan program tercapai. “Jika Gampong Krueng Raya
mampu menjadi desa wisata baru, manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat desa, bahkan
masyarakat Sabang secara luas. Program ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan
ekonomi, khususnya bagi para penerima manfaat” ujar Zulkifli.
Untuk mendukung pengembangan desa wisata, Pemkot Sabang menyiapkan berbagai kebijakan
strategis seperti pembangunan jalan baru, penyediaan air dan listrik. Wali Kota juga menyoroti
pentingnya pengelolaan sampah dan penataan pedagang kaki lima agar pengembangan
kawasan berjalan tertib dan berkelanjutan. Ia mengajak BSI Maslahat untuk memberikan
masukan strategis terkait hal ini.
Menutup pertemuan, Wali Kota Zulkifli menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program, termasuk rencana peletakan batu pertama di lokasi pengembangan desa wisata. Ia menegaskan bahwa keindahan alam Sabang adalah aset berharga yang harus dikelola dengan pendekatan lestari demi kemakmuran masyarakat.





