SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI — Penanganan wilayah rawan bencana menjadi perhatian utama Thomas Rajunio saat melakukan kunjungan kerja ke Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Rabu (21/1/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menutup rangkaian agenda Danrem Korem 061/Suryakancana ke jajaran Kodim di wilayah teritorialnya.
Penyambutan berlangsung khidmat di Markas Kodim 0622. Hadir mendampingi, Ade Suryaman bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, menandai kuatnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Thomas Rajunio menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia ingin memastikan kondisi satuan, kesiapan fasilitas, serta memahami langsung tantangan tugas prajurit di wilayah dengan karakter geografis kompleks.
“Kabupaten Sukabumi memiliki potensi sumber daya alam besar di sektor pertanian dan perikanan. Namun keunggulan itu harus diimbangi pemahaman menyeluruh terhadap karakter wilayah dan risikonya,” ujarnya.
Danrem menilai, dari lima Kodim di jajaran Korem 061/Suryakancana, Kodim 0622 termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari longsor, banjir, hingga potensi tsunami. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kesiapsiagaan dan kepekaan tinggi seluruh prajurit.
“Tidak perlu takut menghadapi tantangan. Justru semakin berat medan tugas, semakin besar nilai pengabdian yang diberikan kepada negara dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menyampaikan apresiasi atas kunjungan Danrem. Ia menilai kehadiran pimpinan TNI di daerah memiliki arti strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam menghadapi persoalan kebencanaan dan menjaga stabilitas wilayah.
“Kami berharap dukungan TNI terus menguat, khususnya dalam upaya mitigasi bencana dan penanganan wilayah rawan. Sinergi ini sangat penting bagi keselamatan masyarakat,” katanya.
Ade Suryaman menambahkan, tantangan geografis dan dinamika sosial di Sukabumi membutuhkan kerja bersama yang solid antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat agar potensi wilayah dapat dikelola optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan. (Red)






