Desa Margahayu Miliki Mesin Motah, Kades: Terima Kasih Banyak kepada KDM, Solusi Sampah Teratasi

SINARPAGINEWS.COM,  KAB BANDUNG – Program mesin pengolahan sampah (Motah) merupakan sebuah inovasi dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung yang menggunakan mesin pembakar sampah canggih untuk mengolah sampah menjadi lebih ramah lingkungan.

Mesin Motah dapat mengolah 8-10 ton sampah setiap harinya, dengan kapasitas pembakaran 1 ton sampah per jam pada suhu 1000 derajat Celsius, sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Berkaitan hal tersebut, Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, baru-baru ini. Memiliki Mesin Motah atas pemberian dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Dedi Mulyadi (KDM) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bandung.

Menurut Kepala Desa (Kades) Margahayu Tengah, Drs. Asep Zaenal M, bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih banyak kepada KDM selaku Gubernur Jabar melalui Disperkim Kabupaten Bandung dapat memiliki mesin motah ini.

“Semoga sampah yang berada ditengah masyarakat Desa Margahayu Tengah dapat terurai habis di TPS yang berada di Kopo Bihbul tepatnya di RW 2 dibawah jalan tol.” Katanya saat ditemui SPN di kantor desa, Jumat, 10 Oktober 2025.

Keberadaan mesin motah ini, dikatakan Asep Zaenal, bahwa sangat membantu sekali dalam mengurai volume sampah yang berada di rumah masyarakat.

“Setiap hari 4 kendaraan roda empat turun kelapangan untuk menarik sampah di warga masyarakat sebanyak 10 RW. Walaupun ada 16 RW, akan tetapi yang 6 RW sampahnya di tarik oleh petugas dari Pemda.” Ucapnya

Mesin motah tersebut, lanjut Asep Zaenal, keberadaanya sangat di butuhkan sekali oleh masyarakat. Apalagi, masalah sampah sangat urgen yang berdampak kepada situasi dan kenyamanan lingkungan.

“Terlebih TPA Sarimukti sudah overload, artinya mesin motah salah satu solusinya dalam mengatasi permasalahan sampah khususnya yang berada di perkotaan maupun pedesaan yang jumlah penduduknya padat.” Imbuhnya.

Pembiayaan untuk pengangkutan sampah kepada petugas penarik sampah, masih kata Asep Zaenal, warga di kenakan biaya 5 ribu rupiah. Akan tetapi jumlah yang didapat dari warga tersebut, masih kurang untuk memenuhi biaya operasional dan mengajih tenaga para pengangkut sampah.

“Kami mengeluarkan anggaran sebesar 25 juta dari dana desa untuk membantu meringankan petugas sampah tersebut. Dan Alhamdulillah sampai ini terus berjalan.” Tandasnya

Untuk itu, Asep Zaenal berharap dengan adanya mesin motah ini. Keberadaan sampah di Desa Margahayu Tengah dapat teratasi dan tak perlu untuk di angkut ke TPA Sarimukti. “Cukup habis di TPS saja, walaupun reduksinya masih tersisa. Akan tetapi, keberadaan mesin motah ini banyak memberi manfaat dalam menangani sampah ini.” Harapnya. (Adam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *