SINARPAGINEWS.COM, KOBAR – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Syahyani, meninjau perbaikan alat pemantau kualitas udara Air Quality Monitoring System (AQMS) di Taman Kota Manis, Pangkalan Bun, Minggu (25/10). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan perbaikan oleh pihak penyedia jasa berjalan sesuai kebutuhan sehingga perangkat dapat kembali beroperasi secara optimal dan menyajikan data yang akurat.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, proses perbaikan belum sepenuhnya selesai. Saat layar display diaktifkan untuk menampilkan hasil pemantauan, data yang muncul masih belum sesuai dan menunjukkan tahun 2025.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kobar, Endro Budi Utomo, menjelaskan bahwa AQMS berfungsi memantau kualitas udara secara otomatis dan berkelanjutan melalui pengukuran konsentrasi polutan, seperti PM2.5, PM10, dan gas pencemar.
“Data yang dihasilkan AQMS digunakan untuk mengetahui kondisi kualitas udara, mendeteksi potensi pencemaran, serta memberikan informasi kepada masyarakat. Data tersebut juga menjadi salah satu dasar bagi DLH dalam melakukan evaluasi dan pengendalian pencemaran udara. Karena itu, keandalan perangkat dan keakuratan data yang ditampilkan harus dipastikan,” ujar Endro.
Dalam peninjauan tersebut, Syahyani berdiskusi langsung dengan pihak penyedia jasa yang melakukan pemeriksaan teknis. Ia menyampaikan sejumlah catatan dan meminta agar kendala pada stasiun pemantau maupun perangkat display segera ditindaklanjuti hingga tuntas.
Syahyani menegaskan, informasi kualitas udara sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah musim kemarau yang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencemaran udara dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Perbaikan ini harus dilakukan secara menyeluruh hingga seluruh perangkat berfungsi dengan baik. Informasi kualitas udara sangat penting bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi musim kemarau. Masyarakat berhak memperoleh data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar untuk mengetahui kondisi lingkungan,” tegas Syahyani.
Pihak penyedia jasa menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen menindaklanjuti kendala teknis yang masih ditemukan.
DLH Kobar berharap perbaikan AQMS di Taman Kota Manis segera diselesaikan agar informasi kualitas udara, khususnya di wilayah Pangkalan Bun, dapat kembali diakses masyarakat secara optimal. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi informasi lingkungan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh data kualitas udara yang akurat dan mutakhir. (Gusti/Kobar)






