SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Duo DJ dan produser musik elektronik Indonesia, DNA yang digawangi JayJax dan Mister Aloy, akan merilis album perdana bertajuk OURORA; pada 3 Juli 2026. Album berisi 18 lagu ini menjadi penanda babak baru perjalanan musik DNA setelah sebelumnya memperkenalkan identitas mereka lewat sejumlah single seperti Love Ya, Cowok Red Flag, dan Second Choice.
Tak sekadar menghadirkan musik untuk lantai dansa, OURORA; menjadi ruang eksplorasi DNA dalam menampilkan karakter musikal mereka yang lebih luas. Album berdurasi sekitar 1 jam 48 menit itu memadukan berbagai genre, mulai dari Indo Bounce yang telah melekat dengan nama DNA, hingga techno, dirty dutch, drum and bass, trap, future house, dan big room.
Mister Aloy mengatakan proyek album ini telah dipersiapkan sejak 2023. Sejak saat itu, DNA secara bertahap merilis sejumlah single yang kemudian menjadi bagian dari album.
“Kami sengaja merilis single per kuartal agar orang mengenal warna musik DNA yang sebenarnya. Selain memperkenalkan identitas kami, album ini juga menjadi cara untuk mengedukasi fanbase tentang arah musik yang ingin kami bawa,” ujar Mister Aloy dalam konferensi pers di Jakarta.
Selain menghadirkan eksplorasi musik, OURORA; juga dikemas sebagai pengalaman visual. Sampul album karya ilustrator Elsha Graciella menggambarkan matahari terbit dengan berbagai elemen simbolis yang merepresentasikan perjalanan karier DNA.
Menurut Mister Aloy, ilustrasi tersebut menggambarkan mimpi besar seluruh tim yang membangun DNA sejak awal.
“DNA bukan hanya saya dan JayJax, tetapi semua orang yang bekerja bersama kami dari nol. Album ini adalah hasil kerja keras seluruh tim,” katanya.
Ia menjelaskan sejumlah elemen dalam ilustrasi, seperti burung yang terbang menuju cakrawala sebagai simbol cita-cita, kabel listrik yang semrawut sebagai metafora perjalanan hidup, hingga matahari yang melambangkan tujuan menjadi bintang tanpa kehilangan sikap rendah hati.
JayJax menambahkan, merilis album penuh merupakan impian hampir setiap musisi. Ia mengaku puas karena OURORA; mampu menyeimbangkan lagu-lagu yang mudah diterima pasar dengan idealisme musikal mereka.
“Komposisi album ini menurut saya sehat. Ada lagu yang komersial, tetapi tetap mencerminkan identitas kami sebagai produser musik elektronik,” ujarnya.
Album ini menghadirkan sejumlah kolaborasi dengan musisi lintas genre. QG tampil dalam lagu Cowok Red Flag, INDAHKUS mengisi Second Choice, SYEQY berkolaborasi di Love Ya, sementara PARKZ berpartisipasi dalam tiga lagu sekaligus, termasuk PAIN, Pop It, dan Feel It Comin’.
Salah satu kolaborasi yang paling mencuri perhatian hadir lewat lagu penutup Anomali, yang menggandeng YB atau Reza Oktavian. Lagu tersebut menjadi karya berbahasa Indonesia pertama YB dengan balutan musik trap yang dipadukan unsur tradisional, seperti gendang dan suling khas Jawa Timur.
Selain menghadirkan sederet kolaborasi, OURORA; juga menampilkan sisi personal para personelnya. Mister Aloy untuk pertama kalinya menulis lirik sekaligus menyanyikan vokal penuh dalam lagu Don’t Talk To Me, sementara sejumlah trek lain menghadirkan monolog yang menggambarkan perjalanan dan refleksi pribadi DNA.
Menjelang perilisan album, DNA menggelar Press Conference & Exclusive Listening Party di 2 Gatsu, Jakarta, pada Rabu, 1 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri media serta penggemar yang sebelumnya mendaftar melalui Instagram.
Dalam kesempatan itu, DNA juga menampilkan pertunjukan khusus berdurasi sekitar 20 menit sebagai gambaran konsep konser yang akan mereka bawa dalam rangkaian tur Indonesia setelah album resmi dirilis.
Tak hanya itu, DNA turut memperkenalkan berbagai merchandise eksklusif hasil kolaborasi dengan sejumlah brand, mulai dari kaus, bandana, hingga gantungan kunci yang akan menjadi bagian dari peluncuran album dan tur mereka.
Melalui OURORA;, DNA berharap para pendengar dapat mengenal identitas musik mereka lebih dalam, tidak hanya sebagai duo DJ dengan musik breakbeat dan Indo Bounce, tetapi juga sebagai musisi yang terus bereksperimen menghadirkan warna baru di industri musik elektronik Indonesia.**






