SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI – DPRD Kabupaten Sukabumi mengapresiasi peran aktif Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar Polres Sukabumi di Kampung Gudang, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, menilai kegiatan panen raya tersebut mencerminkan sinergi nyata antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat tani dalam memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Menurut Hera, keterlibatan Polri dalam sektor pangan merupakan langkah strategis yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika dan tantangan global. Ia menyebut, ketahanan pangan tidak dapat dibebankan hanya kepada petani, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi bentuk kontribusi nyata Polri dalam menguatkan swasembada pangan nasional. Kolaborasi seperti ini harus terus diperluas dan dijaga keberlanjutannya,” ujar Hera.
Ia juga mengungkapkan bahwa secara nasional Polri telah mengalokasikan sekitar satu juta hektare lahan untuk penanaman jagung dengan target produksi mencapai 10 juta ton. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya konkret dalam menjaga ketersediaan pangan strategis sekaligus menekan potensi krisis pangan.
DPRD Kabupaten Sukabumi, lanjut Hera, mendorong agar sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan kelompok tani dapat menjadi model penguatan ketahanan pangan di daerah lain. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, sektor pertanian diyakini mampu menjadi penopang kesejahteraan masyarakat.
“Jika kolaborasi ini konsisten, swasembada pangan bukan lagi sekadar target, tetapi akan benar-benar mengakar di daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan panen raya ini, DPRD berharap upaya penguatan ketahanan pangan dapat terus ditingkatkan, sekaligus menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemandirian pangan. (Deni Silalahi)






