SINARPAGINEWS.COM , GARUT, 2 Juni 2025 – Para eksponen ’98 dari Gerakan Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokrasi (GAMRUD) kembali bertemu dalam sebuah kopi darat (kopdar) yang penuh dengan percakapan dialektika dan kilas balik historis.
Pertemuan ini menjadi ajang nostalgia sekaligus refleksi atas momen-momen krusial pergerakan mahasiswa yang begitu mencekam saat turut menjadi bagian penting dalam melengserkan rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.
Suasana keakraban dan semangat perjuangan masa lalu terasa kental dalam pertemuan tersebut. Para aktivis ’98 yang kini telah berkiprah di berbagai bidang, mengenang kembali lika-liku romantika pergerakan jalanan mahasiswa yang penuh tantangan, namun juga diwarnai semangat kebersamaan dan idealisme.
Salah satu tokoh yang hadir, Ateng Sujana, yang akrab disapa Wa Ateng, menyoroti peran penting perwakilan mahasiswa di Kabupaten Garut pada masa itu.
“Saat itu, di Garut, terbentuk organisasi mahasiswa secara nasional dengan nama Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND),” kenang Wa Ateng, memberikan gambaran bagaimana konsolidasi gerakan mahasiswa menyebar hingga ke daerah-daerah.
Kopdar ini bukan sekadar ajang bernostalgia, melainkan juga ruang untuk mendialektikakan kembali nilai-nilai perjuangan demokrasi yang mereka suarakan di masa lalu. Diskusi yang terbangun membahas bagaimana relevansi semangat ’98 dalam konteks Indonesia saat ini, serta tantangan-tantangan demokrasi yang masih dihadapi bangsa.
Melalui pertemuan ini, para eksponen ’98 GAMRUD berharap dapat terus menjaga silaturahmi, serta menginspirasi generasi muda untuk senantiasa kritis dan peduli terhadap kemajuan demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia.






