SINARPAGINEWS.COM, KAB. GARUT, – Ketua HKTI Kabupaten Garut, Widiana Safaat, STP., menyampaikan apresiasi setinggi‑tingginya kepada Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (GEMA PS) DPC Garut di bawah kepemimpinan Ganda Permana, S.H., serta para Kepala Desa atas inisiatif progresif mereka dalam pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) yang didampingi secara intensif oleh GEMA PS.
Menurut Widiana, program ini merupakan terobosan strategis untuk petani di Garut. Melalui KHDPK, lahan eks‑Perhutani yang sebelumnya tidak produktif kini bisa dikelola secara sah, memberikan legitimasi dan akses legal bagi masyarakat desa untuk bercocok tanam.
“Ini adalah langkah nyata yang secara langsung mendukung program nasional ketahanan pangan dan penataan kawasan hutan. Melalui KHDPK, petani dapat menggarap lahan tidur secara legal dengan pendampingan dari GEMA PS akan senantiasa menjaga kelestarian hutan dengan menerapkan prinsip ekologis, ekonomi, dan sosial, yang merupakan nilai dasar pembangunan berkelanjutan,” ujar Widiana, Minggu (22/6/2025).
Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan visi misi Gubernur Jawa Barat yang memposisikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sebagai praktisi dan pengamat pembangunan di Garut, Widiana menegaskan bahwa membangkitkan ekonomi desa secara mandiri dan terpadu sangat penting.
Ia menambahkan bahwa KHDPK tidak hanya instrumen kehutanan, tapi juga sarana efektif untuk memperkuat kesejahteraan petani serta ketahanan lingkungan dan sosial masyarakat.
Widiana juga menegaskan bahwa HKTI Garut siap bersinergi dengan GEMA PS, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Dan sebagai bagian dari kepengurusan DPC GEMA PS Garut, ia akan mendampingi pelaksanaan KHDPK secara komprehensif yang diintegrasi dalam sebuah Sistem Informasi yang sedang disiapkan selaras dengan kerangka hukum, kebijakan, dan kondisi sosial‑ekonomi lokal.
Pembentukan dan penguatan kelembagaan KHDPK di Garut bukan sekadar memenuhi norma hukum, tetapi merupakan kebutuhan strategis. Instrumen ini menjadi cara paling efektif dan terintegrasi untuk mengentaskan kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, dan menjaga kelestarian lingkungan—sejalan dengan kebijakan provinsi dan nasional.
Dengan semangat gotong royong dan komitmen tinggi dari semua pihak, KHDPK di Garut diharapkan menjadi pilot project yang sukses dan berkelanjutan—mendorong petani maju, masyarakat sejahtera, dan lingkungan lestari. (Nandy AP)






