Kampanye #Mainkan Soroti Fenomena Anak Kian Jarang Bermain di Luar Ruangan

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Fenomena anak yang semakin jarang bermain di luar ruangan menjadi perhatian global. Data UNICEF 2025 menunjukkan anak-anak di berbagai negara kini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah, dan kecenderungan tersebut meningkat seiring bertambahnya usia. Padahal, aktivitas fisik di luar ruangan dinilai krusial bagi perkembangan motorik, mental, dan sosial anak.

Dalam pemaparan peluncuran kampanye, disebutkan bahwa hampir 65 persen anak kini lebih banyak bermain di dalam rumah, sementara hanya sekitar 35 persen yang bermain di luar ruangan. Kondisi ini dipengaruhi faktor teknologi, kekhawatiran orang tua, hingga padatnya aktivitas akademik.

Merespons fenomena itu, sebuah kampanye bertajuk #Mainkan diluncurkan untuk mendorong orang tua memberi ruang lebih luas bagi anak-anak bermain dan bereksplorasi tanpa rasa khawatir terhadap noda dan kotoran pada pakaian.

“Rinso ingin mengubah persepsi tentang ‘kotor’ pada anak-anak yang aktif bermain di luar. Baju kotor adalah bukti bahwa anak sedang aktif, bahagia, dan berani mengeksplorasi dunia. Yang paling penting bukan baju tetap bersih, tapi anak tetap aktif,” ujar Ita Karo Karo, Fabric Clean & Unilever Professional Marketing Lead, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.

Menurut Ita, kampanye ini juga bertujuan menginspirasi orang tua agar lebih memberi kebebasan bermain kepada anak. “Kami berharap lebih banyak orang tua mengajak atau membiarkan anak-anaknya bermain di luar rumah. Dari kegiatan ini, orang tua bisa melihat bahwa anak yang aktif bermain bisa tumbuh dan mencapai hal-hal besar,” katanya.

Ia menyebut kampanye ini akan digelar secara berkelanjutan. “Event seperti ini akan menjadi kegiatan rutin, dan kami akan menginformasikan pelaksanaannya ke depan,” ujarnya.

Strategi Brand dan Respons Fenomena Global

Kampanye #Mainkan berangkat dari temuan bahwa semakin banyak anak menghabiskan waktu di dalam ruangan akibat faktor teknologi dan kekhawatiran orang tua. “Kegiatan akademis penting, tetapi tidak akan optimal tanpa aktivitas fisik dan pengalaman nyata. Anak belajar paling efektif ketika mereka bergerak dan mencoba hal baru,” kata Ita.

Ia menambahkan bahwa bermain merupakan medium belajar utama anak. “Dari lari, jatuh, berkeringat, hingga pakaian kotor, semua adalah bagian dari proses anak memahami dunia dan membangun karakter,” ujarnya.

Friendly Match dan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Sebagai bagian dari peluncuran kampanye, digelar pertandingan persahabatan antara pemain sepak bola profesional Rizky Ridho dan 22 anak terpilih dari berbagai daerah. Anak-anak tersebut dipilih melalui kampanye digital nasional.

Rizky Ridho mengatakan keterlibatannya bertujuan menginspirasi anak-anak agar tidak takut bergerak dan mencoba hal baru. “Untuk menjadi hebat, kita harus berani kotor saat latihan dan bermain. Dari situ anak-anak belajar disiplin, keberanian, dan mental tangguh,” ujar kapten Tim Nasional Indonesia itu.

Ridho juga mengenang masa kecilnya yang dihabiskan di lapangan terbuka dengan kondisi sederhana. “Saya tumbuh dari lapangan yang berlumpur dan menantang. Masa kecil yang aktif dan bahagia adalah bekal penting untuk masa depan anak-anak,” katanya.

Edukasi Orang Tua dan Inovasi Produk

Selain aktivitas olahraga, kampanye ini menghadirkan program edukasi digital bagi orang tua mengenai pentingnya aktivitas luar ruangan bagi tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan yang sama, Ita juga menyinggung inovasi produk terbaru yang diperkenalkan melalui kampanye ini. “Kami menghadirkan teknologi terbaru, Laser Clear Technology, yang membersihkan kotoran secara tuntas, serta award-winning perfume formula dengan wangi yang kami banggakan,” katanya.

“Melalui kampanye ini, kami berharap dapat menginspirasi jutaan keluarga Indonesia untuk membiarkan anak-anak bermain dengan bebas. Biarkan pakaian mereka kotor, karena itulah cara mereka tumbuh menjadi pribadi yang aktif, percaya diri, dan bahagia,” tutup Ita. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *