SINARPAGINEWS.COM KOTA SUKABUMI – Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menghadiri peresmian Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sukabumi di Jalan Kenari, Kecamatan Cikole, Selasa 10 Februari 2026. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan Dekranasda Provinsi Jawa Barat.
Gedung Dekranasda yang rampung menjelang akhir 2025 tersebut dibangun sebagai pusat pembinaan, promosi, dan pengembangan sektor kerajinan serta ekonomi kreatif daerah.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pembangunan gedung tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang dapat direalisasikan berkat dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut pembiayaan pembangunan bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Untuk pertama kalinya Kota Sukabumi memiliki gedung Dekranasda yang representatif. Pembangunan ini dibiayai 100 persen dari PAD yang berasal dari pajak daerah dan retribusi masyarakat,” ujar Ayep.
Menurutnya, keberadaan gedung tersebut menjadi bukti kontribusi masyarakat melalui pajak dapat kembali dalam bentuk fasilitas publik yang mendukung penguatan ekonomi lokal dan kesejahteraan warga.
“Ke depan, pajak daerah dan retribusi juga akan dimanfaatkan untuk pembangunan lainnya, termasuk infrastruktur jalan. Pemerintah akan terus berikhtiar memberikan pelayanan dan pembangunan terbaik,” katanya.
Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menilai peresmian Gedung Dekranasda memiliki makna strategis bagi penguatan ekonomi kerakyatan serta pelestarian kearifan lokal. Ia menyebut gedung tersebut bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan simbol komitmen bersama dalam meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.
“Gedung Dekranasda ini menjadi simbol komitmen pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dekranasda memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan, promosi, dan pengembangan kreativitas para pengrajin. DPRD mendukung pemanfaatan gedung tersebut sebagai pusat aktivitas, etalase produk, serta ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Penguatan sektor UMKM dan industri kreatif merupakan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi Ranti Rachmatillah berharap gedung tersebut dapat menjadi rumah bersama bagi para pengrajin sekaligus pusat promosi kerajinan daerah.
Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat lebih dari 200 pengrajin di Kota Sukabumi dengan dominasi produk batik, kerajinan batu, dan boneka. Ke depan, seluruh produk akan melalui proses kurasi guna meningkatkan kualitas dan daya saing.
“Kurasi penting agar produk kerajinan semakin berkualitas dan siap dipromosikan secara lebih luas,” pungkasnya. (Red)





