Kowani Gelar Fun Walk Berkebaya di CFD, Dorong Kebaya Jadi Warisan Dunia UNESCO

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Menyambut peringatan Hari Kartini pada 21 April, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar kegiatan Gerakan Nasional Wanita Berkebaya Fun Walk di kawasan Car Free Day (CFD), Minggu pagi, 19 April 2026.

Selain berjalan bersama, kegiatan ini juga diramaikan dengan penampilan seni budaya berupa tari-tarian tradisional dan permainan Angklung yang dimainkan secara kolaboratif oleh para peserta. Suasana semakin semarak ketika alunan musik tradisional berpadu dengan gerakan tari yang mencerminkan keberagaman budaya Nusantara, sekaligus memperkuat pesan pelestarian budaya dalam momentum peringatan Hari Kartini.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian kebaya sebagai identitas budaya perempuan Indonesia sekaligus mendukung gerakan nasional berkebaya. Ratusan peserta yang didominasi anggota organisasi perempuan berjalan bersama mengenakan kebaya dari Kantor Kowani di Jalan Imam Bonjol menuju kawasan Sarinah, melewati Bundaran HI.

Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi para anggota dan organisasi perempuan yang terlibat. Ia menekankan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi utama dalam kegiatan ini.

“Semangat Kartini memberikan aspirasi bagi kita semua. Terima kasih atas dukungan para ketua organisasi wanita yang tergabung di Kowani. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat perempuan Indonesia dalam melestarikan budaya,” kata Nannie dalam sambutannya.

Menurut dia, gerakan berkebaya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas nasional di tengah arus modernisasi. Kowani, lanjutnya, berkomitmen menjadikan kebaya sebagai simbol budaya yang tetap relevan di berbagai generasi.

Setibanya di Sarinah, para peserta melanjutkan kegiatan dengan menari bersama sebagai bentuk ekspresi budaya sekaligus memperkuat kebersamaan antarorganisasi perempuan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi kebaya sebagai busana nasional perempuan Indonesia dalam mendukung kampanye “Kebaya Goes to UNESCO”. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pengakuan kebaya sebagai warisan budaya tak benda di tingkat dunia.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Kowani ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai sebagai refleksi perjuangan emansipasi perempuan, tetapi juga momentum untuk memperkuat pelestarian budaya bangsa.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *