Andres Ramfuji, Ketua Umum Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK)
SINARPAGINEWS.COM, KAB.GARUT – Ketua Umum Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK), ANDRES Ramfuji, menyampaikan tanggapan keras dan kritik pedas terhadap pernyataan mantan Bupati Garut, Rudi Gunawan, dalam sebuah siniar (podcast) yang baru-baru ini beredar. KRAK menilai percakapan tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok seorang pemimpin yang bijak dan berkarisma.
Andres Ramfuji menyoroti beberapa poin krusial dalam percakapan Rudi Gunawan. Pertama, terkait pernyataan Rudi yang menyebut adanya suatu “PERGERAKAN” yang diklaim berhasil melengserkan dua mantan Bupati sebelumnya, Agus Supriadi dan Aceng Fikri. KRAK menyayangkan redaksi bahasa yang dinilai tendensius dan terkesan menyudutkan. Lebih lanjut, klaim Rudi bahwa pergerakan tersebut berkolaborasi dengan birokrasi menimbulkan kesan bahwa gerakan tersebut sengaja dipelihara oleh oknum birokrat tertentu.
“Pernyataan Pak Rudi sangat tendensius. Jika memang ada pergerakan seperti yang beliau katakan, sebutkan saja secara terbuka siapa saja aktor di baliknya. Jangan malah menimbulkan spekulasi dan kecurigaan,” ujar Andres dengan nada geram.
Poin kedua yang menjadi sorotan KRAK adalah kecenderungan Rudi Gunawan yang mengaitkan permasalahan birokrasi dengan mentalitas para birokrat yang disebut hanya memikirkan jabatan.
Andres mengingatkan Rudi Gunawan untuk berkaca diri. Menurutnya, kualitas anak buah sangat bergantung pada kepemimpinan. Sistem dan aturan yang baik, serta pembinaan yang efektif dari seorang pemimpin, adalah kunci utama terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
“Jangan hanya menuding kebobrokan birokrasi, sementara Bapak Rudi sendiri telah memimpin Garut selama 10 tahun dan memiliki tim birokrasi. Jika memang ada praktik ‘ngabudi ucing’ seperti yang beliau katakan, bukankah itu juga menjadi tanggung jawab beliau sebagai pemimpin?” tegas Andres.
KRAK berpandangan bahwa pernyataan Rudi Gunawan yang terkesan menyalahkan birokrasi secara general, tanpa melihat akar permasalahan yang lebih dalam dan tanpa introspeksi diri, adalah sikap yang tidak konstruktif dan kontraproduktif. Sebagai seorang mantan pemimpin, seharusnya Rudi Gunawan memberikan pandangan yang lebih solutif dan membangun, bukan justru memperkeruh suasana dengan pernyataan yang tendensius dan menyudutkan.
“Seharusnya, sebagai mantan bupati, Pak Rudi bisa memberikan masukan yang lebih bijak dan konstruktif untuk perbaikan birokrasi. Bukan malah mengeluarkan pernyataan yang terkesan lepas tanggung jawab dan menyalahkan pihak lain,” pungkas Andres Ramfuji.Kamis (8/5/2025).
KRAK mendesak semua pihak untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat dan menghindari pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan dan merusak citra birokrasi secara keseluruhan. Perbaikan birokrasi membutuhkan kerja sama dan sinergi dari semua pihak, bukan saling menyalahkan.






