SINARPAGINEWS, Bandung – Sorak sorai Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tak hanya menghadirkan semangat bagi PERSIB di atas lapangan. Di balik setiap pertandingan kandang sepanjang musim 2026/2027, ada cerita lain yang turut tercipta—cerita tentang kepedulian terhadap lingkungan.
Bersama Jubelo, PERSIB berhasil mengelola 65.434 kilogram atau sekitar 65,4 ton sampah melalui program Zero Waste to Landfill yang diterapkan di setiap laga kandang AFC Champions League Two dan Super League Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari komitmen klub untuk menghadirkan pertandingan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Seluruh sampah yang dihasilkan selama pertandingan dipilah berdasarkan jenisnya, kemudian dikelola melalui sistem yang memungkinkan lebih banyak material dimanfaatkan kembali sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dari total sampah yang terkumpul, sebanyak 18.877 kilogram merupakan sampah organik, 26.545 kilogram sampah anorganik, dan 19.618 kilogram sampah residu. Angka tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah di stadion dapat dilakukan secara terencana melalui kolaborasi yang baik.
Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja PERSIB dan Jubelo. Di baliknya ada peran petugas operasional, tenant, hingga Bobotoh yang ikut mendukung terciptanya budaya menjaga kebersihan di lingkungan stadion. Setiap langkah kecil yang dilakukan bersama menjadi bagian dari upaya menghadirkan GBLA yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Bagi PERSIB, keberlanjutan bukan sekadar program pendamping, melainkan bagian dari perjalanan klub dalam membangun dampak positif di luar sepak bola. Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, PERSIB ingin menunjukkan bahwa stadion bukan hanya tempat mengejar kemenangan, tetapi juga ruang untuk menginspirasi perubahan.
Dengan semangat tersebut, PERSIB bersama Jubelo akan terus mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan di masa mendatang. Sebab, ketika ribuan orang bergerak dengan tujuan yang sama, sepak bola memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan yang nyata—bukan hanya bagi klub dan Bobotoh, tetapi juga bagi lingkungan.






