Mu’ti Bertemu Bupati Majalengka, Pastikan Kucuran Rp 56 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

SINARPAGINEWS.COM, MAJALENGKA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke Majalengka, Jawa Barat.

Pertemuan dengan Bupati Majalengka Eman Suherman ini memastikan komitmen pemerintah pusat untuk memacu perbaikan infrastruktur pendidikan di daerah.

Dalam pertemuan yang digelar di Pendopo Kabupaten Majalengka, Sabtu malam (27/9/2025), Bupati Eman Suherman menyampaikan harapan agar Kemendikdasmen memberikan perhatian lebih intensif terhadap perkembangan dunia pendidikan di Majalengka.

Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Mu’ti memastikan bahwa Majalengka telah mendapatkan alokasi anggaran besar untuk perbaikan sarana dan prasarana.
Anggaran Rp 56 Miliar Guyur 51 Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Majalengka, Rd. H. Muhamad Umar Ma’rup, mengonfirmasi bahwa total alokasi anggaran revitalisasi untuk Majalengka tahun 2025 dari Kemendikdasmen mencapai Rp 56 Miliar.

Dana tersebut diperuntukkan bagi 51 unit sekolah di berbagai jenjang.
“Alhamdulillah revitalisasi Kabupaten Majalengka tahun 2025 dengan total 28 SD, 21 SMP, dan 2 TK, dengan total anggaran kurang lebih Rp 56 Miliar,” ungkap Umar kepada awak media.

Umar menjelaskan, angka tersebut merupakan alokasi untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sementara itu, untuk jenjang SMK dan SMA, alokasi anggarannya berada di ranah Pemerintah Provinsi, dengan perkiraan sekitar 10 sekolah yang juga mendapat program serupa.
Target Tiga Tahun Selesaikan Revitalisasi Nasional

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program revitalisasi tersebut. Ia berharap tahun depan, anggaran serupa dapat dialokasikan kembali untuk Majalengka.
Mu’ti menyebut, program revitalisasi sekolah secara nasional memiliki target penyelesaian yang ambisius sesuai arahan Presiden.

“Mudah-mudahan pada tahun depan kita anggarkan lagi untuk revitalisasi ini, karena tadi Bapak Presiden menargetkan dalam waktu tiga tahun revitalisasi ini dapat kita selesaikan,” tutur Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, Mu’ti menjelaskan bahwa alokasi sekolah yang direncanakan secara nasional telah meningkat signifikan, dari 10.440 unit menjadi sekitar 15 ribuan sekolah untuk pendidikan dasar dan menengah.

Dorong Ekonomi Lokal Melalui Swakelola
Mu’ti juga memaparkan bahwa program revitalisasi ini dilaksanakan dengan sistem swakelola dan transformasi. Kebijakan ini dinilai memiliki dampak ganda, yakni selain efisiensi anggaran, juga mampu menggerakkan ekonomi di tingkat lokal.

“Kami memiliki sistem swakelola dan juga dengan transformasi itu. Selain efisiensi, dapat menggerakkan ekonomi lokal dan dapat menyerap tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Mu’ti berharap, melalui kebijakan ini, terjadi perbaikan menyeluruh pada sarana dan prasarana pendidikan di tingkat kabupaten dan kota, yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.(Yudhistira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *