SINARPAGINEWS.COM, MAJALENGKA – Jagat media sosial Majalengka memanas usai munculnya adu sindiran tajam antara dua tokoh lokal, Kiki Aston dan akun bernama DNA (Dewi Nur Alam).
Perseteruan mereka berpusat pada kinerja Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Majalengka yang kini menjadi sorotan publik.
Kiki Aston, aktivis vokal yang kerap mengkritisi kebijakan Pemerintah Kabupaten Majalengka, lebih dulu melontarkan kritik keras lewat akun Facebook-nya. Ia menyebut Dewas RSUD tak memiliki kontribusi nyata, bahkan menuding lembaga itu hanya menikmati “gaji buta”.
Dalam unggahan yang bernada sinis, Kiki menulis:
Unggahan itu langsung viral, diperkuat dengan tagar seperti #cukuptau, #dewasdiawasi, dan #inirsudbukantamanbermain.
Namun, tak lama berselang, akun DNA membalas lewat unggahan yang tak kalah pedas. Ia menuding bahwa sikap kritis Kiki bukan didorong idealisme, melainkan sebagai taktik untuk mendapatkan paket proyek pemerintah.
DNA sendiri dikenal publik Majalengka sebagai pengamat sosial-politik lokal yang aktif bersuara soal isu-isu kebijakan, birokrasi, hingga dinamika sosial budaya.
Unggahan balasan itu memicu gelombang reaksi beragam dari warganet. Sebagian memihak DNA, menilai kritik Kiki terlalu tendensius. Namun, tak sedikit pula yang justru mempertanyakan motif di balik sindiran DNA.
Hingga berita ini diturunkan, polemik ini masih terus jadi perbincangan hangat di media sosial, menggambarkan betapa panasnya iklim diskusi publik di Majalengka ketika isu pelayanan publik dipertaruhkan(Yudhistira)






