Peringatan UN Day 2026: Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-PBB Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama PBB Indonesia dan Indonesia Global Compact Network (IGCN), dihadiri oleh perwakilan unsur pemerintah, badan-badan PBB, korps diplomatik, mitra pembangunan, akademisi, serta generasi muda. Momentum UN Day 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran kolektif mengenai krusialnya multilateralisme dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam sambutan pembuka, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, menegaskan komitmen Indonesia terhadap PBB.

“Komitmen Indonesia terhadap PBB bukanlah sekadar kepraktisan, melainkan mandat dari Konstitusi. Kita mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke tempat-tempat yang rawan. Kita telah bertugas sebanyak empat kali di Dewan Keamanan PBB. Kita memperjuangkan UNCLOS, kita memperjuangkan hak asasi manusia, dan kita turut menjaga akuntabilitas PBB dengan menjadi anggota Dewan Auditor,” ujar Menlu Arrmanatha Nasir.

Menlu turut menekankan perlunya lembaga tersebut untuk terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman seperti pekerjaan yang terus berkembang, kecerdasan buatan (AI), ekonomi gig, serta mendorong generasi muda untuk mengambil tanggung jawab penuh dalam mewujudkan masa depan dunia yang lebih aman dan adil.

“Kita lihat ekonomi gig. Jutaan anak muda kini menggantungkan penghidupannya melalui aplikasi. Fleksibel? Ya. Namun seringkali tanpa jaminan kontrak, tanpa perlindungan, dan tanpa ruang bersuara. Dunia kerja saat ini sedang berubah [sehingga] aturan kerja pun harus ikut menyesuaikan. Masa depan dunia kerja harus bermartabat, dan PBB harus membantu mewujudkannya”, imbuhnya.

Pesan tersebut diperkuat melalui keynote speech oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, yang menyoroti peningkatan taraf hidup masyarakat melalui sinergi erat dengan PBB. Menko PMK menyampaikan bahwa kemitraan ini mendukung program prioritas, mencakup peningkatan taraf kesehatan, perluasan kesempatan belajar dan pengembangan diri, serta penguatan kesiapsiagaan bencana.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut pembaruan sistem kerja sama multilateral agar tetap adaptif di tengah dunia yang bergerak cepat.

“Seiring Indonesia memasuki babak baru pembangunan, dengan ambisi yang semakin besar, kapasitas yang semakin kuat, dan pengaruh yang semakin luas, PBB juga harus terus berkembang sejalan dengan kemajuan tersebut. Nilai tambah kami terletak pada kemampuan menjalankan peran yang secara khusus dapat dilakukan oleh PBB, yaitu menyatukan keahlian global, standar internasional, kemitraan, dan pembiayaan untuk mendukung prioritas pembangunan Indonesia. Ketika Indonesia turut membentuk masa depan multilateralisme, generasi mudanya juga tengah membentuk masa depan Indonesia. Seiring Indonesia berubah, PBB pun harus berubah bersamanya, “

Pada kesempatan tersebut, turut dilaksanakan peluncuran publikasi “Letters to 2045: A Message to Our Future”, sebuah kompilasi aspirasi dan pemikiran generasi muda Indonesia mengenai masa depan multilateralisme yang dikurasi bersama oleh Kementerian Luar Negeri dan UNRCO.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, diselenggarakan pula dialog panel interaktif lintas generasi bertajuk “Indonesia and the United Nations: Shaping Our Common Future”. Sesi ini mempertemukan perwakilan pemerintah, organisasi internasional, dan kaum muda untuk mendiskusikan peran strategis Indonesia dan PBB.

Dialog tersebut menghadirkan Direktur HAM dan Migrasi Kementerian Luar Negeri; Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Kemenko PMK; Chief of Mission IOM Indonesia; serta perwakilan generasi muda seperti Kornelius Sembiring (IOM Youth Changemakers Indonesia), Zagy Berian (Founder Society of Renewable Energy), dan Ratu Tisha (Wakil Ketua Umum II PSSI). Para narasumber menggarisbawahi pentingnya memastikan kerja sama multilateral berdampak langsung bagi masyarakat, serta pentingnya pelibatan aktif generasi muda dalam menyongsong visi masa depan menuju 2045.

Selain dialog panel, kegiatan juga diisi dengan pertunjukan budaya dan pameran interaktif kerja sama Indonesia-PBB yang melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kemenko PMK, Badan-Badan PBB, dan sektor swasta, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan UN Day 2026.

Peringatan UN Day 2026 menegaskan kembali pentingnya kemitraan Indonesia-PBB dan kepemimpinan bersama dalam memperkuat multilateralisme, mendorong perdamaian, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas generasi dan lintas pemangku kepentingan, Indonesia dan PBB terus berupaya membangun masa depan bersama yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(spn/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *